Register
Home FEMALE INFO Female Lifestyle Yuk Kenali 4 Jenis Gangguan Menstruasi
27
Nov

Yuk Kenali 4 Jenis Gangguan Menstruasi

Pada umumnya perempuan akan mengalami menstruasi setiap bulan. Dinding rahim mengalami pelepasan karena tidak ada proses pembuahan.

 

 

 

Ahli obstetri dan ginekologi, dr Kartika Cory menuturkan, siklus normal menstruasi berkisar 21-35 hari. Menstruasi normal berlangsung 3-7 hari dengan volume darah normal 40-60 mililiter atau sekitar 3-4 kali ganti pembalut dalam sehari.

 

Namun ada beberapa perempuan mengalami gangguan saat periode menstruasi. Bahkan gangguan menstruasi bisa sangat mengganggu kamu. Yuk kenali jenis-jenis gangguan menstruasi berikut ini.

 

 

1. Kelainan pendarahan
Beberapa orang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Siklus bisa lebih cepat atau malah lebih lambat dari siklus normal.

 

Hipermenorea merupakan kondisi pendarahan menstruasi lebih banyak dari volume normal. Anda mungkin tidak bisa mengukur volume darah dengan gelas ukur. Namun, Anda bisa mendeteksinya dari jumlah pembalut yang dipakai dalam sehari.

 

 

2. Kelainan siklus
Beberapa orang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Siklus bisa lebih cepat atau malah lebih lambat dari siklus normal.

 

Polimenorea merupakan siklus menstruasi akan lebih singkat atau kurang dari 21 hari. Akibatnya, perempuan seolah mengalami menstruasi dua kali dalam sebulan tetapi dengan volume darah relatif sama.

 

Oligomenorea merupakan siklus menstruasi lebih lambat. Bahkan, menstruasi bisa datang setelah 90 hari.

 

Sementara istilah amenorea merangkum kondisi menstruasi terhenti. Amenorea bisa terjadi secara alami atau konsumsi obat tertentu. Amenorea alami terjadi saat perempuan dalam masa kehamilan, menyusui, dan menopause.

 

 

3. Dismenore
Dismenore adalah gangguan kesakitan parah pada bagian perut bawah sebelum atau saat menstruasi. Dismenore biasanya disebut dengan nyeri haid. Nyeri haid terbilang normal saat menstruasi, tetapi saat rasa nyeri tidak tertahankan atau parah, sebaiknya konsultasi ke dokter.

 

"Endometriosis biasanya ditandai dengan nyeri hebat, juga bisa mengganggu kesuburan sehingga perlu dikonsultasikan untuk memperoleh terapi," ujarnya.

 

 

4. Metroragia
Pendarahan normalnya hanya terjadi saat tiba masa menstruasi. Namun, pendarahan yang terjadi di luar masa menstruasi disebut metroragia.

 

Penyebab metroragia cukup beragam, mulai dari ketidakseimbangan hormon, infeksi, miom, hingga kanker.

 

 

(ode)

 

Sumber: CNN Indonesia

 

MD's Review

Female Travel

Joy Parenting