Register
Home FEMALE INFO Female Lifestyle Ini 5 Bahaya yang Akan Terjadi Jika Kamu Kelamaan Duduk
18
Nov

Ini 5 Bahaya yang Akan Terjadi Jika Kamu Kelamaan Duduk

Femalicious tanpa disadari atau tidak, ternyata work from home (WFH) membuat aktivitas fisik makin minim dan kelamaan duduk.

 

 

 

 

Tidak seperti di kantor, di rumah kamu tentu tidak akan berjalan jauh untuk menyantap makan siang atau mengambil air dari dispenser. Cukup duduk dan semua benda yang Anda perlukan tidak jauh dari jangkauan.

 

Tapi tahukah kamu, jika kamu duduk terlalu lama bisa mendatangkan dampak tidak baik jangka pendek maupun jangka panjang. Bahkan ada yang mengatakan 'sitting is the new smoking' atau bisa dibilang dampak terlalu banyak duduk bakal sama dengan merokok.

 

Berikut 5 bahaya-bahaya kebanyakan dan kelamaan duduk sebagai berikut.

 

 

1. Berat badan naik
Asupan kalori berlebihan dipadu minim gerak badan sama dengan kenaikan berat badan. Melansir dari Healthline, bergerak membuat otot melepaskan molekul termasuk lipoprotein lipase. Molekul ini membantu memproses lemak dan gula yang kamu konsumsi. Saat kamu menghabiskan sebagian besar waktu untuk duduk, pelepasan molekul berkurang.

 

 

2. Atrofi otot kaki dan bokong
Duduk membuat otot-otot tubuh bagian bawah jarang digunakan. Makin lama Anda duduk, otot bisa melemah atau disebut dengan atrofi otot. Atrofi otot akan umum terjadi di daerah kaki dan bokong.

 

Mengutip dari Alodokter, atrofi otot akan membuat membuat tubuh mengalami perubahan. Misalnya bentuk tidak simetris, timbul cekungan, dan ukuran mengecil. Tanpa otot kaki dan bokong yang kuat, tubuh sulit stabil dan rentan cedera.

 

 

3. Sakit punggung, leher, dan pundak
Hanya dalam hitungan jam, bahaya kelamaan duduk mulai muncul. Misalnya timbul rasa nyeri pada punggung, leher kaku dan sakit pada pundak. Duduk membuat fleksor pinggul memendek apalagi ditambah postur duduk buruk dan penggunaan kursi yang tidak ergonomis. Jika ini terulang, dalam jangka panjang kamu bisa mengalami nyeri kronis karena tekanan pada cakram tulang belakang.

 

Oleh karena itu sangat disarankan untuk melakukan peregangan otot di sela aktivitas kerja. Ini akan membantu melemaskan otot sehingga menghindari nyeri, sakit dan cedera.

 

 

4. Deep vein thrombosis (DVT)
Salah satu risiko duduk terlalu lama adalah deep vein thrombosis (DVT). Melansir dari WebMD, DVT timbul akibat penggumpalan darah pada kaki. Ini bisa memburuk saat gumpalan darah pecah bebas dan masuk ke paru-paru. Secara umum DVT ditandai dengan pembengkakan kaki, nyeri saat berdiri atau berjalan, kemerahan disertai kenaikan suhu.

 

Kemudian melansir dari Hello Sehat, saat gumpalan mencapai paru bisa timbul gejala emboli paru seperti, sesak napas tanpa sebab, nyeri saat menghirup napas dalam-dalam, batuk darah dan napas terlalu cepat.

 

 

5. Varises
Bayangkan, darah yang seharusnya bisa mengalir lancar bakal menggenang di kaki akibat duduk terus-menerus. Kondisi ini kemudian disebut varises. Umumnya varises tidak berbahaya tetapi membuat tampilan kaki kurang sedap dipandang.

 

Dalam beberapa kasus tertentu, bahaya kelamaan duduk yang menyebabkan varises bisa mengarah pada masalah serius termasuk pembekuan darah.

 

 

(ode)

 

Sumber: CNN Indonesia

 

MD's Review

Female Travel

Joy Parenting