Register
Home FEMALE INFO Female Herald Anies Resmi Teken Perda Covid Atur Sanksi Prokes dan Penolak Vaksin
19
Nov

Anies Resmi Teken Perda Covid Atur Sanksi Prokes dan Penolak Vaksin

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menandatangani Peraturan Daerah (Perda) Penanggulangan Covid-19. Namun begitu teknis pemberlakuan Perda masih menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) terbaru.

 

 

 

 

"Sudah (ditandatangani Anies)," kata Kepala Biro Hukum DKI Yayan Yuhana saat dikonfirmasi, Kamis (19/11).

 

Yayan mengatakan, Perda tersebut sudah ditandatangani Anies sejak 12 November dan dinomori 2 Tahun 2020.

 

Yayan mengatakan, untuk pemberlakuan Perda masih menunggu rincian Pergub yang saat ini masih disusun.

 

"Pergubnya masih kita susun, teknisnya gimana. Selama belum ada Pergub yang baru, Pergub yang lama masih berlaku satu bulan ini," ujarnya.

 

Perda penanggulangan Covid sudah disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Senin, 19 Oktober. Perda ini akan menjadi landasan hukum bagi Pemprov DKI dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di Jakarta.

 

Perda ini berisi 11 bab dengan 35 pasal. Perda mengatur sejumlah hal, di antaranya tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19, pemulihan ekonomi akibat pandemi, sampai sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

 

Dalam salinan Perarturan Daerah, ketentuan sanksi denda itu diatur dalam Bab X Pasal 29 sampai Pasal 32 mengenai Ketentuan Pidana. Beleid tersebut menjelaskan mengenai pelanggaran apa saja yang dapat dijatuhi pidana denda.

 

Di antaranya yakni, masyarakat yang menolak untuk dites PCR atau rapid test, dan diberi vaksin yang diselenggarakan Pemprov DKI dapat dijatuhi pidana denda paling banyak Rp5 juta.

 

Kemudian, pada Pasal 31 dicantumkan bahwa masyarakat yang dengan sengaja tanpa izin membawa jenazah berstatus probable atau konfirmasi yang berada di fasilitas kesehatan dapat dipidana sebesar Rp5 juta. Selanjutnya, setiap orang yang melakukan tindak pidana disertai dengan ancaman dan/atau kekerasan, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp7,5 juta.

 

 

(ode)


Sumber: CNN Indonesia

 

MD's Review

Female Travel

Joy Parenting