Register
Home FEMALE INFO Female Herald Pemerintah Pastikan Harga Vaksin Covid-19 Tak Akan Bebani Rakyat
22
Oct

Pemerintah Pastikan Harga Vaksin Covid-19 Tak Akan Bebani Rakyat

Femalicious melalui Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan pemerintah tak akan membebani masyarakat dengan harga vaksin yang terlalu tinggi.

 

 

 

 

Pernyataan ini mencuat usai PT Bio Farma menyebutkan harga vaksin berada di kisaran Rp200 ribu.

 

"Tentunya pemerintah tidak ingin memberatkan masyarakat," ujar Wiku dalam talkshow 'Menjemput Asa Vaksin Covid-19' di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Senin (19/10).

 

Menurut dia, pemerintah mempertimbangkan untuk perlindungan seluruh masyarakat terkait harga vaksin Covid-19. Vaksin Covid-19 yang dimaksud adalah buatan Sinovac yang rencananya akan diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero) sebanyak 17 juta per bulan.

 

Ia juga menjelaskan soal skema penyebaran vaksin akan dilakukan berdasarkan prioritas mengingat produksi vaksin secara bertahap.

 

Mekanisme prioritas itu mengacu pada orang yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 seperti dokter, tenaga kesehatan, dan perawat yang setiap hari bersentuhan dengan pasien Covid-19.

 

"Nanti ada pertimbangan tersendiri apakah diberikan kepada orang yang berisiko tinggi dan juga diberikan ke daerah," jelas Wiku.

 

Satgas juga menekankan sepanjang proses selama ini masyarakat jangan sampai kendor memberlakukan protokol kesehatan.

 

Selain itu, Corporate Secretary PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan harga vaksin Covid-19 Rp200 ribu itu masih perkiraan yang kemungkinan bisa di bawah atau lebih tinggi.

 

"Ini baru kisaran saja, harga bisa atas atau bawah nantinya [setelah diperhitungkan secara detail]," kata Bambang Heriyanto melalui Zoom.

 

Bambang menjelaskan pihaknya telah melakukan serangkaian persiapan sebelum melakukan produksi vaksin setelah mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM).

 

Produksi vaksin Covid-19 tidak bisa mengacu kapasitas maksimal 250 juta dosis melainkan secara bertahap.

 

"Sekitar 16 juta dosis sampai 17 juta dosis per bulan yang bisa diproduksi tergantung waktu suplai dari Sinovac," ujar Bambang.

 

 

(ode)


Sumber: CNN Indonesia

 

MD's Review

Female Travel

Joy Parenting