Register
Home FEMALE INFO Female Herald Tolak Omnibus Law, Jutaan Buruh Ikuti Mogok Nasional 6-8 Oktober
06
Oct

Pemerintah Tetapkan Harga Test Swab Mandiri Maksimal Rp900 Ribu

Buntut pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker), serikat buruh akan mogok nasional mulai hari ini hingga tanggal 8 Oktober mendatang. 32 federasi dan konfederasi serikat buruh akan bergabung dalam mogok nasional itu.

 

 

 

 

"Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjelaskan mogok nasional ini dilakukan sesuai dengan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UU Nomor 21 Tahun 2000 khususnya Pasal 4 yang menyebutkan fungsi serikat pekerja salah satunya adalah merencanakan dan melaksanakan pemogokan.

 

"Selain itu, dasar hukum mogok nasional yang akan kami lakukan adalah UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10).

 

AMogok nasional ini akan diikuti 2 juta buruh yang sebelumnya direncanakan 5 juta. 2 juta buruh yang mengikuti nasional tersebut meliputi sektor industi seperti kimia, energi, pertambangan, tekstil, garmen, sepatu, otomotif dan komponen, elektronik dan komponen, industri besi dan baja, farmasi dan kesehatan, percetakan dan penerbitan, industri pariwisata, industri semen, telekomunikasi, pekerja transportasi, pekerja pelabuhan, logistik, dan perbankan di seluruh Indonesia.

 

Mogok nasional juga menyuarakan tolak omnibus law UU Cipta Kerja antara lain tetap ada UMK tanpa syarat dan UMSK jangan hilang, nilai pesangon tidak berkurang, tidak boleh ada PKWT atau karyawan kontrak seumur hidup, tidak boleh ada outsourcing seumur hidup, waktu kerja tidak boleh eksploitatif, cuti dan hak upah atas cuti tidak boleh hilang, karyawan kontrak dan outsourcing harus mendapat jaminan kesehatan dan pensiun.

 

"Sementara itu, terkait dengan PHK, sanksi pidana kepada pengusaha, dan TKA harus tetap sesuai dengan isi UU No 13 Tahun 2003," tutup said.

 

 

(ode)


Sumber: Detik.com

 

MD's Review

Female Travel

Joy Parenting