Register
Home FEMALE INFO Female Herald PSBB DKI Jakarta Kembali Diperpanjang 14 Hari
28
Sep

PSBB DKI Jakarta Kembali Diperpanjang 14 Hari

Femalicious, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya kembali memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 14 hari ke depan.

 

 

 

 

Hal ini berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI dan juga tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020 yang mengizinkan perpanjangan selama 14 hari jika kasus belum menurun secara signifikan.

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam penanganan kasus Covid-19 ini. Dari data Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menunjukkan data kasus di DKI telah melandai dan terkendali. Namun kawasan penyangga Bodetabek masih meningkat.

 

Menurut Anies, Kemenko Marves juga telah menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI selama dua pekan.

 

"Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus covid-19 di Jabodetabek, data DKI melandai, tapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan," ucap Anies melalui keterangan tertulis, Kamis (24/9).

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim saat ini mulai tampak tanda-tanda pelandaian kasus positif dan kasus aktif di Jakarta, seiring berkurangnya mobilitas warga saat pengetatan PSBB.

 

Pada 12 hari pertama September, pertambahan kasus aktif sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Pada periode PSBB, yakni 12 hari berikutnya, penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

 

"Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan. Pemerintah terus tingkatkan 3T (Trace, Test, Treat), dan warga perlu berada di rumah dulu, hanya bepergian bila perlu sekali dan terapkan 3M," katanya.

 

Anies meyakini pelandaian kasus belakangan ini seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang tetap berada di rumah. Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat UI memperhitungkan diperlukan minimal 60 persen penduduk diam di rumah agar penularan wabah melandai dan mulai berkurang.

 

Meski melambat, Anies menegaskan peningkatan kasus masih perlu ditekan. Tanpa pembatasan ketat dan dengan tingkat pengetesan tetap seperti saat ini, pertambahan kasus harian di Jakarta diprediksi akan mencapai 2 ribu per hari pada pertengahan Oktober, sedangkan kasus aktif akan mencapai 20 ribu pada awal November.

 

Jumlah orang dites di Jakarta terus meningkat seiring dengan bertambahnya kapasitas testing. Hingga 23 September, Jakarta telah melakukan tes PCR terhadap 857.863 orang atau 80.588 orang per sejuta penduduk.

 

Penerapan PSBB Jilid II yang dimulai 14 September lalu diketahui akan berakhir pada 27 September mendatang.

 

Keputusan ini diambil seiring kasus positif covid-19 di DKI yang saat itu terus melonjak. Dari data 24 September 2020, kasus positif covid-19 di DKI mencapai 66.731 dengan 52.648 sembuh dan 1.648 meninggal dunia.

 

 

(ode)


Sumber: CNN Indonesia

 

MD's Review

Female Travel

Joy Parenting