Register
Home FEMALE INFO Female Herald Mulai 5 September Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi Akan Mengalami Perubahan
02
Sep

Mulai 5 September Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi Akan Mengalami Perubahan

Mulai 5 September 2020 pukul 00.00, ruas Jalan Tol Cipularang dan ruas Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) akan mengalami penyesuaian tarif tol. Tarif tol beberapa golongan kendaraan akan naik, sedangkan golongan lainnya menikmati penurunan tarif.

 

 

 

 

 


Penyesuaian tarif tol ini mengacu Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 1128/KPTS/M/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Penyesuaian Tarif Tol pada ruas Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 1116/KPTS/M/2020 tanggal 26 juni 2020 tentang Penyesuaian Tarif Tol pada Ruas Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi).

 

Sementara itu, ruas Jalan Tol Cipularang akan mengalami kenaikan besaran tarif yang disesuaikan per 5 September 2020 pukul 00.00 WIB, dengan contoh besaran tarif jarak terjauh sebagai berikut.

 

Golongan I Rp42.500 yang semula Rp39.500, Gol II Rp71.500 yang semula Rp59.500, Gol III Rp71.500 dari semula Rp79.500, Gol IV Rp103.500 dari semula Rp99.500, dan Gol V Rp103.500 dari semula Rp119.000.

 

Sedangkan, ruas Jalan Tol Padaleunyi akan mengalami penurunan besaran tarif yang disesuaikan per 5 September 2020 pukul 00.00 WIB, dengan contoh besaran tarif jarak terjauh sebagai berikut.

 

Golongan I Rp10.000 yang semula Rp9.000, Gol II Rp17.500 yang semula Rp15.000, Gol III Rp17.500 yang semula Rp17.500, Gol IV Rp 23.500 dari semula Rp21.500, dan Gol V Rp23.500 dari semula Rp26.000.

 

Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna, mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan insentif kepada angkutan logistik dalam penyesuaian tarif Ruas Cipularang dan Padaleunyi ini.

 

Yayat Supriyatna juga mengatakan bahwa jalan Tol Cipularang dan Padaleunyi itu merupakan tulang punggung mobilitas ekspor dari wilayah Jawa Barat menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Berdasarkan data ekspor Jawa Barat, sekitar 60 persen mobilitas ekspor itu menggunakan jalan tol.

 

Penyesuaian tarif tol ini sudah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan PP Nomor 30 Tahun 2017 terkait perubahan ketiga atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

 

Berdasarkan regulasi tersebut, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi.

 

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru mengatakan bahwa penyesuaian tarif merupakan upaya untuk menciptakan iklim investasi bisnis jalan tol yang kondusif.

 

Penyesuaian tarif ini juga akan menjadi insentif bagi pengembangan wilayah di sekitar Bandung, di mana jalan tol ini menjadi penggerak roda ekonomi untuk mendukung percepatan pergerakan logistik dan mobilitas orang, mendukung perekonomian wilayah dan properti, kawasan industri serta merupakan jalur wisata yang mendukung perkembangan pariwisata, kuliner dan pusat perbelanjaan.

 

(ode)


Sumber: CNN Indonesia

 

MD's Review

Female Travel

Joy Parenting