Register
Home FEMALE INFO Female Herald Jurus Menteri PU Kebut Pembangunan Ibu Kota Baru
27
Aug

Jurus Menteri PU Kebut Pembangunan Ibu Kota Baru

Pemerintah punya jurus untuk membangun ibu kota baru agar lebih cepat selesai.

 

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, terdapat tiga hal yang menjadi poin penting dalam pembangunan. Pertama, untuk perencanaan dan pengembangan kawasan, pihaknya menjadwalkannya sampai pertengahan tahun depan.

 

"Kemudian untuk prasarana dasar, jalan, bendungan, air, sanitasi, itu kita desain mulai sekarang, karena sudah ada lokasinya. Sampai dengan pertengahan tahun depan groundbreaking untuk dilaksanakan fisiknya. Insya Allah mulai tahun depan," ujarnya di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Senin (26/8/2019).

Ketiga, untuk perumahan dan perkantoran juga sama, dijadwalkan mulai tahun depan pelaksanaannya. Konsep pembangunan secara umum dilakukan dengan metode design and build.

"Design and build itu lebih cepat. Seperti waktu kemarin pengalaman renovasi dan pembangunan GBK [Gelora Bung Karno] untuk Asian Games, itu kalau kita pakai tradisional konvensional nggak akan selesai," katanya.

Basuki menjelaskan, dengan metode konvensional pembangunan bisa sangat lambat. Pemerintah harus lebih dulu merancang desain dengan cara lelang tender kepada konsultan. Setelah desain ditetapkan, baru masuk ke tahap lelang tender konstruksi. Hal ini memakan banyak waktu.


"Tapi kalau design and build kita punya kriteria desain sehingga bisa ditenderkan kontraktornya dengan konsultannya sendiri, langsung desain langsung pekerjaan [fisik]."

"Itu hanya bisa untuk yang misalnya jalan, bendungan. Tapi kalau rumah, kantor, kan tergantung arsitekturalnya, mungkin agak detail lagi," lanjutnya.

 

Pembangunan dan pemindahan ibu kota baru ini diperkirakan akan memakan waktu hingga empat tahun dengan biaya Rp466 triliun dimana 19 persen akan berasal dari APBN, itu pun terutama berasal dari skema kerja sama pengelolaan aset di ibu kota baru dan DKI Jakarta. Sisanya akan berasal dari KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) serta investasi langsung swasta dan BUMN.

 

"Konstruksi pembangunan infrastruktur kira-kira memakan 3-4 tahun untuk jalan air waduk sanitasi dan gedung-gedung. Sehingga target 2024, kita sudah dapat memulai pergerakan ke Ibu Kota baru. Anggaran APBN yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur merupakan anggaran multiyears sehingga tidak dialokasikan sekaligus dalam satu tahun APBN berjalan,” kata Menteri Basuki.


 

(ps)


Sumber: CNBC, PU

 

MD's Review

Female Travel

Joy Parenting