Register
Home FEMALE INFO Female Herald AS Aktifkan Sistem Pertahanan Rudal
13
May

AS Aktifkan Sistem Pertahanan RudalAmerika Serikat akan mengaktifkan pangkalan pertahanan rudal darat di Rumania yang nantinya merupakan bagian dari sistem perisai perlindungan Eropa yang lebih besar dan kontroversial.

 

Pejabat senior AS dan NATO akan meresmikannya dalam suatu upacara di Deveselu, Rumania selatan.


AS mengatakan sistem Aegis adalah sistem perisai untuk melindungi NATO dari rudal jarak pendek dan jarak menengah, terutama dari Timur Tengah.


Dengan sistem ini, rudal yang datang menyerang akan dihancurkan di luar angkasa, sebelum kembali memasuki atmosfer Bumi.


Tetapi Rusia melihatnya sebagai ancaman keamanan - klaim yang dibantah oleh NATO.


Hubungan antara Barat dan Rusia memburuk sejak aneksasi semenanjung Krimea oleh Rusia dari Ukraina pada tahun 2014.


Rusia juga dituduh mempersenjatai separatis di Ukraina timur dan mengirim pasukannya - klaim yang dibantah oleh Kremlin.


'Keputusan berbahaya'

Sejak tahun 2013, AS diyakini telah menghabiskan U$800juta (lebih dari Rp1 triliun) untuk radar dan rudal pencegat SM-2.


Stasiun pertahanan itu akan memiliki rudal pencegat SM-2.


    Para pejabat NATO dan AS mengatakan sistem itu telah dikembangkan untuk melacak dan mencegat rudal yang diluncurkan dari negara 'kacau.' Di masa lalu Iran disebutkan dalam konteks itu, tapi Korea Utara juga disebut-sebut.


    Selama bertahun-tahun AS juga menguji sistem Aegis pada kapal perang.


    Para pejabat juga menekankan sistem perisai itu tidak ditujukan bagi Rusia.


    "Baik AS maupun NATO telah menegaskan bahwa sistem ini tidak dirancang untuk atau mampu merusak kemampuan sistem penangkalan strategis Rusia," kata Asisten Menteri Luar Negeri AS Frank Rose, Rabu (11/05).


    Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan pada hari Rabu bahwa sistem itu melanggar traktat negara-negara nuklir.


    "Keputusan ini berbahaya dan keliru, karena sistem itu mampu merusak stabilitas strategis," kata Mikhail Ulyanov, kepala departemen proliferasi dan pengawasan senjata Kementerian Luar Negeri Rusia.


    Pada hari Jumat (13/05), tahap lain dari proyek ini akan diluncurkan di Polandia dengan peletakan batu pertama di Redzikowo, dekat Laut Baltik. Rudal Aegis akan mulai beroperasi di sana pada tahun 2018.


    "Dari sudut pandang kami ini adalah pelanggaran Traktat Rudal Nuklir Jarak menengah tahun 1987," katanya.


    Sumber: www.detik.com

     

    MD's Review

    Female Travel

    Joy Parenting