Register
Home FEMALE INFO Female Herald Ratu Inggris Sebut Pejabat China 'Kasar'
12
May

Ratu Inggris Sebut Pejabat China 'Kasar'Di tengah upaya Inggris meningkatkan hubungan dagang dengan China, Ratu Inggris tertangkap kamera menyebut pejabat China "kasar".

 

Dikutip CNN, Rabu (10/5), peristiwa ini tertangkap kamera staf kerajaan saat Ratu Inggris menyapa polisi wanita senior Kepolisian Metropolitan, Lucy D'Orsi, di Istana Buckingham.

Kepada Ratu, D'Orsi mengatakan bahwa dia yang memimpin pengamanan dalam kunjungan Xi ke Inggris. 

"Oh, sial," kata Ratu menanggapi tugas D'Orsi tersebut.

"Saya tidak tahu apakah kau menyadarinya, tapi itu adalah masa-masa ujian buat saya," kata D'Orsi kepada Ratu.

"Iya saya tahu," jawab Ratu.

"Mereka sangat kasar kepada duta besar," lanjut Ratu, merujuk pada Barabara Woodward, duta besar wanita pertama Inggris untuk China.

Pihak Kepolisian Metropolitan dan juru bicara Istana Buckingham menolak berkomentar terkait percakapan pribadi tersebut. 

"Kami tidak mengomentari percakapan pribadi Ratu. Tapi kunjungan kenegaraan China sangat sukses dan semua pihak bekerja untuk memastikan acara itu berlangsung lancar," ujar pihak Istana.

Sementara itu juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang dalam pernyataannya menanggapi komentar Ratu Inggris mengatakan bahwa "kunjungan itu meluncurkan masa keemasan bagi hubungan bilateral China-Inggris." 

Pernyataan Ratu terhadap China yang terekam kamera itu terjadi di hari yang sama saat Perdana Menteri Inggris David Cameron juga tertangkap kamera mengatakan kepada Ratu bahwa Nigeria dan Afghanistan adalah negara yang "luar biasa korup."

Cameron berbicara soal KTT anti-korupsi yang akan berlangsung di Inggris yang kemungkinan akan mengundang "dua negara paling korup di dunia."

Komentar Cameron yang tidak sengaja terekam itu memicu kisruh di dunia maya dan memantik kemarahan dari Nigeria.

Ratu Elizabeth sendiri yang baru saja merayakan ulang tahun ke-90 biasanya menjauhi politik atau berhati-hati jika mengomentarinya. Dalam kunjungan Xi, Elizabeth sempat menjamu presiden China itu dan istrinya Peng Liyuan di istananya dan mengatakan kedatangannya adalah sebuah "batu loncatan."

Namun tidak semua anggota keluarga kerajaan Inggris menahan diri dari mengomentari China.

Tahun 1980-an, Pangeran Philip mengatakan kepada para mahasiswa Inggris di China bahwa mata mereka akan "sipit" jika terlalu lama berada di negara itu.

Pangeran Charles sendiri adalah pendukung Dalai Lama, dan menganggap tokoh pelarian Tibet itu sebagai "sahabat". 

China menganggap Dalai Lama adalah tokoh separatis dan kerap menekan negara lain agar tidak menerima kedatangannya. Charles tidak menghadiri jamuan makan malam dengan Xi, namun bertemu pemimpin China itu di kesempatan lain dalam kunjungan tersebut.


Sumber: www.cnnindonesia.com

 

MD's Review

Female Travel

Joy Parenting