Register
Home FEMALE INFO Entertainment Album SEMICOLON Boyband SEVENTEEN Raih Titel Double Million Sellers
13
Nov

Album SEMICOLON Boyband SEVENTEEN Raih Titel Double Million Sellers

Femalicious boyband SEVENTEEN resmi menyandang titel double million sellers pada 2020. Titel tersebut didapatkan setelah berhasil menjual lebih dari 1 juta keping album ; [SEMICOLON] pada pekan pertama perilisan.

 

 

 

 

 

 

 

 


Seperti dilansir Korea Herald, Pledis Entertainment selaku agensi mengungkapkan album SEMICOLON telah terjual lebih dari 1,06 juta kopi sejak dirilis pada 19 Oktober 2020. Data tersebut didapat dari perhitungan Gaon.

 

Gaon merupakan tabulasi popularitas mingguan lagu dan album di Korea Selatan yang Asosiasi Konten Musik Korea (KMCA) dan disponsori Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

 

Titel double million sellers juga diraih karena SEVENTEEN sebelumnya telah berhasil menjual lebih dari 1,09 juta keping dalam satu pekan pertama setelah merilis mini album ketujuh, Heng:garae pada Juni 2020.

 

Titel double million sellers juga diraih karena SEVENTEEN sebelumnya telah berhasil menjual lebih dari 1,09 juta keping dalam satu pekan pertama setelah merilis mini album ketujuh, Heng:garae pada Juni 2020.

 

; [Semicolon] merupakan album spesial yang disiapkan SEVENTEEN untuk menyampaikan pesan yang berbeda dari Heng:garae. Heng:garae berisikan pesan serta dorongan kepada generasi muda saat ini yang sedang menghadapi stres lebih dari sebelumnya karena meningkatnya tekanan dan persaingan dari masyarakat.

 

Sedangkan, member SEVENTEEN mengatakan album Semicolon memiliki pesan harapan, penghiburan, dukungan hangat kepada penggemar.

 

"Kami sepakat menamakan album kali ini Semicolon dengan harapan album tersebut bisa memberikan sedikit ruang untuk anak-anak muda yang berusaha menjalani hidupnya saat ini," kata Jeonghan.

 

Pesan itu sejatinya muncul dari perluasan fungsi semicolon atau titik koma tersebut. Tanda titik koma biasanya digunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dengan yang lain dalam kalimat majemuk.

 

Tak hanya itu, titik koma juga kerap digunakan sebagai tato dan memiliki arti tersendiri bagi penggunanya. Tato tersebut menjadi kampanye dukungan dan kekuatan terhadap orang-orang yang sedang depresi atau mungkin berpikir menghabisi nyawanya sendiri.

 

"Tidak apa-apa untuk berhenti sejenak dan beristirahat untuk menikmati hidup selama masa muda, ketika semua masih berlangsung.

 

 

(ode)

 

Sumber: CNN Indonesia

 

MD's Review

Female Travel

Joy Parenting