Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Efek Buruk Gonta-ganti Bahan Bakar Kendaraan
15
Mar

Efek Buruk Gonta-ganti Bahan Bakar Kendaraan

Banyak orang yang seenaknya gonta-ganti bahan bakar. Padahal setiap mesin punya nilai kompresi yang berbeda.

 

Saat bahan bakar diganti, otomatis mesin juga harus menyesuaikan kembali kompresinya. Peralihan yang sangat cepat inilah yang bisa mendatangkan dampak buruk bagi mesin. Salah satunya soal performa yang loyo, mesin mudah rusak dan bahkan sulit dihidupkan.


Hal yang sama pun berlaku saat Anda gonta-ganti merek BBM. Misalnya dari Pertamina ke Shell. Sebab, tiap produsen memiliki konfigurasi yang berbeda, sehingga perbedaan inilah yang bisa membuat mesin kaget dan menimbulkan masalah di dalamnya.


"Efek paling utama sebenarnya, ke kinerja yang kurang maksimal selama penggantian ke BBM yang kualitas lebih rendah. Karakteristik Premium dengan sulfur tinggi, oktan rendah, pembakaran kurang baik akan menimbulkan kerugian-kerugian. Seperti filter BBM yang akan lebih sering ganti, performa yang didapat tidak sesuai dengan yang dibayar jika dibandingkan dengan jumlah liter yang sama, jarak yang ditempuh lebih sedikit," terang Indra Pratama, Officer Commercial Retail Fuel Marketing PT Pertamina Persero.


Perhatikan juga kondisi tangki. Sebaiknya biarkan bahan bakar sebelumnya habis atau tersisa sedikit, baru menggantinya dengan jenis lain.


Lalu, ingat bahwa kesemua jenis bahan bakar itu memiliki unsur penyusun yang sama. Tersusun atas rantai hidrokarbon, yang tidak menimbulkan reaksi kimia berbahaya meski tercampur. Bahaya justru timbul jika dalam bahan bakar tersebut ada pengotor seperti logam berat, yang didapat dari lingkungan atau tempat penyimpanan.


(ps)

 

Subscribe

Mau info dan hadiah menarik?

 Sign Up

Search

MD's Review

FeMale Travel

Joy Parenting