Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Es Batu untuk Kesehatan dan Penanganan Penyakit
21
Feb

Es Batu untuk Kesehatan dan Penanganan Penyakit

Tahukan Anda jika si dingin pembawa kesegaran ini ternyata juga berguna untuk “mendinginkan” alias meredakan berbagai kondisi kesehatan?

 

Berikut ini adalah berbagai manfaat es batu dalam meredakan atau meringankan gejala maupun penyakit yang Anda rasakan, yaitu:


  • Nyeri tumit (plantar fasciitis)

Istirahat dan kompres es batu dapat membantu mencegah nyeri tumit menjadi lebih berat. Es batu dapat mengontrol peradangan akibat aktivitas atau tekanan berlebihan pada plantar fascia (jaringan ikat atau ligamen yang menghubungkan tulang tumit ke jari-jari kaki dan menopang lengkung kaki). “Terapi” es batu untuk meredakan nyeri tumit dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:


  1. Kompres. Bungkus kantong plastik atau botol berisi es batu yang sudah dihancurkan dengan handuk. Lalu kompreskan pada tumit selama 15 sampai 20 menit, sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari.
  2. Isi baskom ukuran dangkal dengan air dan es batu. Lalu rendam tumit Anda selama 10 sampai 15 menit. Lakukan ini beberapa kali dalam sehari.
  3. Jangan pernah menempelkan es batu secara langsung pada tumit Anda. Alih-alih ingin cepat sembuh, menerapkan es langsung ke kulit yang cedera dapat menyebabkan radang beku dan kerusakan pada jaringan serta sistem saraf yang ada pada kulit Anda.

Dalam dunia pertolongan pertama, penggunaan kompres dingin menjadi bagian dalam metode RICE, yaitu:

  • Rest, mengistirahatkan bagian yang mengalami cedera.
  • Ice, melakukan kompres es pada bagian yang mengalami cedera.
  • Compression, menggunakan pembalut elastis untuk mengurangi pembengkakan jaringan dan perdarahan lebih lanjut.
  • Elevation, meninggikan bagian yang mengalami cedera dari posisi jantung supaya aliran darah bisa berjalan lancar.

       

    • Keracunan makanan karena bakteri Salmonella

    Keracunan makanan ini terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh bakteri Salmonella, biasanya makanan yang mentah, tidak dimasak dengan benar, atau minuman dan makanan yang tidak dipasteurisasi (sterilisasi kuman melalui pemanasan pada suhu 71 derajat Celcius selama 15 detik atau 63 derajat Celcius selama 30 detik).


    Salah satu tanda keracunan makanan akibat bakteri Salmonella adalah sering buang air besar atau diare. Pengobatan utamanya adalah dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare. Orang dewasa disarankan untuk banyak minum air atau mengisap es batu.


    • Gigitan atau sengatan serangga

    Gatal, bengkak kemerahan, atau nyeri di kulit akibat gigitan nyamuk bisa diredakan dengan menaruh es batu pada benjolan. Atau jika Anda disengat serangga, kompres bagian yang sakit dengan handuk basah atau ice pack selama beberapa menit.


    Namun, jika tersengat lebah atau binatang berbahaya lain dan muncul gejala berat seperti sesak napas dan pusing, disarankan untuk pergi ke rumah sakit segera guna mendapatkan penanganan yang lebih bak.


    • Gusi bengkak

    Rasa sakit atau bengkak pada gusi atau jaringan mulut dapat dikurangi dengan memanfaatkan es batu. Setidaknya hingga Anda sampai ke lokasi praktik dokter gigi. Caranya dengan meletakkan es batu di dalam mulut (tepatnya di atas daerah yang sakit) atau pada pipi, tepat di bagian yang sakit.


    • Cedera atau radang sendi

    Es batu dapat bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan peradangan akibat cedera atau kondisi lain, seperti radang sendi/ artritis. Caranya? Kompres daerah yang bengkak atau sakit dengan handuk basah atau es yang sudah dibungkus dengan handuk selama 15–10 menit. Lakukan pengompresan beberapa kali dalam sehari.


    (ps)

     

    Subscribe

    Dapatkan info dan hadiah menarik.

     Sign Up

    Search

    MD's Review

    FeMale Travel

    Joy Parenting