Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Ancaman Berbahaya DIbalik Wanginya Lilin
07
Feb

Ancaman Berbahaya DIbalik Wanginya Lilin

Penggunaan lilin beraroma disebut bisa menimbulkan polusi udara dalam ruangan. Sayang, tak banyak orang yang sadar akan pencemaran udara dalam ruang.

 

"Publik tak banyak tahu soal sumber pencemaran udara dalam ruangan. Padahal, sumber-sumber pencemaran ini juga merusak kesehatan," ujar ahli kesehatan Profesor John Sodeau, mengutip Evening Echo.

Beberapa lilin beraroma diketahui terbuat dari parafin. Mengutip Huffington Post, komponen ini merupakan produk tanpa warna dari petroleum.


Lilin yang dibakar bakal mengeluarkan zat kimia berbahaya, salah duanya adalah benzene dan loluene. Keduanya merupakan karsinogen yang mampu meningkatkan risiko kanker paru pada seseorang.

Tak hanya itu, pewarna dan pewangi buatan yang terkandung dalam beberapa lilin beraroma pun dapat mengakibatkan sakit kepala, asma, dan infeksi saluran napas.

Inggris adalah negara dengan pangsa pasar lilin beraroma terbesar di dunia. Mengutip The Independent, setiap tahun, belanja lilin beraroma di Inggris mencapai 90 juta poundsterling atau lebih dari Rp1 triliun.

Meski memiliki peluang ekonomi menjanjikan, Sekretaris Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan Inggris, Michael Gove justru mengibarkan 'bendera perang' terhadap penggunaan lilin beraroma.


Gove memberikan beberapa catatan bagi para produsen lilin beraroma. Mereka diminta untuk melabeli produknya dengan skema yang meliputi efek samping penggunaan lilin.

Rekomendasi untuk Konsumen
Aroma yang dihadirkan scented candle memang tak tertahankan. Aroma itu membius dan mendadak membuat hati tenang.

Namun, ada beberapa catatan yang perlu Anda perhatikan jika menginginkan aroma ketenangan dari lilin beraroma. Pertama, Anda bisa menggunakan lilin dengan bahan dasar kedelai. Lilin jenis ini hanya menghasilkan satu dari sepuluh jelaga yang biasa ditimbulkan pembakaran parafin.

Kedua, Anda juga harus memerhatikan bahan pembuat sumbu lilin. Pastikan sumbu terbuat dari kapas. Hal itu membuat jelaga yang dihasilkan lebih sedikit saat dibakar.


(ps)


Sumber: CNNINDONESIA

 

Search

Advertise Here

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Joy Parenting