Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Porsi Kentang Goreng Anjuran Harvard
06
Dec

Porsi Kentang Goreng Anjuran Harvard

Seorang profesor Harvard mengungkapkan, akan lebih baik jika pesanan kentang goreng hanya berisi enam potong kentang.

 

Kentang goreng memang enak, namun dokter dan ahli gizi ingin penikmatnya menyadari risiko kesehatan dari konsumsi kentang goreng. Dalam New York Times baru-baru ini, Profesor Eric Rimm, seorang profesor nutrisi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard, menggambarkan kentang sebagai "starch bombs" atau bom tepung.


Ia menyarankan akan lebih baik jika orang memakannya sebanyak enam potong saja. Karena konsumsi lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, dan diabetes.


Terlepas dari penyakit jantung, obesitas dan diabetes, studi yang dirujuk oleh New York Times juga menemukan, orang yang makan kentang goreng tidak hidup selama orang-orang yang tidak memanjakan diri.


Ahli kesehatan Beth Fontenot, MS, RD, LDN, mengatakan mengontrol porsi makanan sangat dianjurkan. Konsumsi kentang goreng sebaiknya dibatasi hanya di bawah 7 ounces.


Saat ini, orang Amerika mengonsumsi kentang lebih banyak daripada sayuran lainnya. Dengan dua pertiga dalam bentuk kentang goreng, keripik, atau kentang olahan lainnya, menurut Departemen Pertanian.


Semakin banyak porsi makanan juga menjadi masalah. Menurut Dr Rimm, mengontrol porsi bisa membantu.


"Kupikir akan lebih baik jika makananmu datang dengan salad dan enam kentang goreng," kata Dr Rimm, dilansir dari laman Independent.


Ahli diet, Tracy Lockwood Beckerman mengatakan kentang goreng lebih baik dimakan polos. Maksudnya, hindari tambahan saus, keju, atau bumbu gurih yang berat lainnya.


Ia juga menyarankan memilih french fries yang dipanggang ketimbang digoreng. Atau jika harus digoreng pilih yang tanpa garam. Taburkan lebih dulu garam di tangan sebelum menaburkannya ke atas kentang goreng.


Cara tersebut katanya membantu menghindari menaburkan terlalu banyak garam ke makanan.


Secara keseluruhan, Beckerman menyarankan untuk mencoba sesering mungkin menghindari makanan yang digoreng. Jika sedang sangat ingin makan kentang goreng, padukan dengan makanan yang antiperadangan seperti sayur-sayuran dan kacang-kacangan.

 

(ps)


Sumber: REPUBLIKA

 

Search

Advertise Here

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting