Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Pakai Jaket Saat Berlari: Bahaya!
23
Oct

Pakai Jaket Saat Berlari: Bahaya!

Mantan fisioterapis tim sepak bola nasional Indonesia Matias Ibo mengungkapkan bahwa pelari tak perlu pakai jaket saat lari, apalagi di cuaca panas.

 

"Banyak orang pakai jaket saat lari, memang sih terlihat lebih modis dan keren, tapi ini sebenarnya bahaya apalagi kalau dipakai di suhu panas siang bolong," kata kata Matias Ibo kepada CNN Indonesia.com beberapa waktu lalu.

"Ada lagi alasan lainnya yaitu karena mau kurus, jadi lari pakai jaket di siang bolong. Memang terlihat seperti berat badan turun tapi itu sebenarnya kehilangan cairan tubuh yang berlebihan."

Matias mengatakan bahwa jaket lari yang dipakai di udara panas akan membuat tubuh semakin panas. Hal ini menyebabkan tubuh akhirnya memproduksi keringat lebih banyak.

Produksi keringat yang lebih banyak ini akan membuat tubuh berpotensi dan lebih cepat mengalami dehidrasi. Dehidrasi akan semakin parah jika tubuh tak mendapat asupan cairan yang cukup.

Tak cuma berhenti di dehidrasi, memakai jaket lari saat berlari di cuaca panas dan tak diimbangi oleh asupan cairan juga akan menyebabkan masalah gagal ginjal.

"Pakai jaket sebenarnya boleh saja, kalau dicuaca dingin ekstrem, misalnya saat sedang salju maka tak ada masalah," ucapnya.

"Karena sebenarnya jaket lari itu didesain untuk negara-negara dengan musim dingin. Seperti di Swiss misalnya, saat musim dingin suhunya bisa minus 20 derajat, maka harus pakai jaket untuk menghangatkan tubuh."

Selain di musim dingin, Matias juga mengungkapkan pengecualian untuk bisa pakai jaket saat olahraga.

"Boleh saja kalau lagi pergi ke gym. Tapi kalau olahraganya sudah high endurance seperti lari atau sepeda, itu sudah tidak boleh."

 

(ps)


Sumber: CNNINDONESIA

 

Search

Advertise Here

carmed

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting