Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Penelitian: Tabir Surya Picu Infertilitas
11
Oct

Penelitian: Tabir Surya Picu Infertilitas

Sebuah penelitian anyar menemukan bahwa bahan kimia yang terkandung dalam tabir surya justru menimbulkan bahaya bagi kesehatan, terlebih pada tingkat kesuburan.


Penelitian yang dilakukan oleh Baptist University, Hong Kong ini menemukan sejumlah bahan kimia itu dalam perairan Hong Kong. Ketujuhnya juga ditemukan dalam tubuh ikan, udang, dan kerang.

"Dampak dari kontaminasi membayakan rantai makanan. Selanjutnya, hal itu juga bisa berdampak pada kesuburan jangka panjang," ujar pemimpin studi, dr Kelvin Leung, mengutip AFP.

Para peneliti melakukan tes pada ikan zebra. Ikan itu dikenal memiliki struktur genetik yang sama dengan manusia.

Hasilnya, air yang tercemar oleh bahan kimia itu menyebabkan kelainan pada ikan zebra. Selain itu, pencemaran air juga berujung pada tingkat kematian yang lebih tinggi pada embrio ikan. Artinya, pencemaran air oleh bahan kimia itu berisiko meningkatkan infertilitas.

Para peneliti mengklaim bahwa studi tersebut merupakan yang pertama di dunia dalam mengidentifikasi bahaya bahan kimia tabir surya.

Kendati demikian, universitas menyebut bahwa pihaknya bakal melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui dampak bahan kimia tabir surya pada tubuh manusia.

Beberapa zat kimia yang diteliti di antaranya octocrylene (OC), benzophenone (BP-3), dan ethylhexyl methoxycinnamate (EHMC). Ketiganya umum ditemukan dalam tabir surya.

Leung mengatakan, bahan kimia BP-3 dapat terakumulasi dalam tubuh manusia dan tidak dapat dilarutkan dengan hanya mengonsumsi air mineral.

Kini, dunia tengah memberikan perhatiannya terhadap bahaya tabir surya. European Union's International Chemical Secretariat sendiri telah mengimbau produsen tabir surya untuk mengganti BP-3 dengan zat kimia lain yang lebih aman.

Selain itu, Pemerintah Hawaii juga sebelumnya menandatangani sebuah nota. Nota itu melarang melarang pengunaan tabir surya yang mengandung oxybenzone dan octinoxate, dua bahan kimia penyebab rusaknya terumbu karang. Akibatnya, sejumlah pihak khawatir pelarangan itu membuat konsumen enggan menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit mereka.

Atas hal tersebut, Leung meminta dihadirkannya peraturan-peraturan anyar yang mengatur penggunaan bahan kimia dalam produk tabir surya.

Leung juga merekomendasikan konsumen untuk menggunakan tabir surya berbasis mineral seperti titanium dioxide dan zinc dioxide.

Sebelumnya, laporan yang dirilis oleh Environmental Working Group (EWG) juga mencatat bahaya penggunaan tabir surya.

Mengutip Wellness Mama, laporan itu menyebut bahwa bahan kimia yang ada dalam tabir surya merupakan 'penghancur' endokrin dan estrogen. Selain itu, bahan kimia tersebut juga bisa mengganggu tiroid dan hormon lainnya dalam tubuh.

Center for Disease Control and Prevention juga menemukan kandungan benzophenone dianggap sebagai pengganggu endokrin yang mampu mengurangi jumlah sperma pada pria dan berkontribusi dalam pembentukan kista endometriosis pada wanita.

 

(ps)


Sumber: CNNINDONESIA

 

Subscribe

Berlangganan Email FeMale Radio

 Sign Up

Search

Advertise Here

carmed

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting