Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Polusi Suara: Bahayanya bagi Kesehatan Anda
10
Oct

Polusi Suara: Bahayanya bagi Kesehatan Anda

Paparan tingkat kebisingan yang tinggi dapat mempengaruhi tekanan darah, hipertensi dan penyakit jantung.

 

Pengaruh tingkat kebisingan tinggi pada tekanan darah, hipertensi dan penyakit jantung ini dapat memicu terjadinya masalah yang lebih serius seperti serangan jantung dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Tingkat kebisingan tinggi juga diketahui dapat mempengaruhi kognisi dan kesehatan anak-anak.


Melihat kekhawatiran ini, WHO mengeluarkan rekomendasi baru. WHO mendorong agar rerata tingkat kebisingan di lalu lintas berada di bawah 53 desibel. Batas rekomendasi ini setara dengan mendengar mesin pencuci piring dari ruangan sebelah. Pada malam hari, WHO merekomendasikan agar tingkat kebisingan lalu lintas diturunkan menjadi 45 desibel.


WHO juga mengeluarkan rekomendasi untuk kereta api, pesawat terbang hingga turbin angin. Batas yang direkomendasikan WHO untuk ketiga hal ini adalah 44-54 desibel, tergantung sumber kebisingan. Di malam hari, kebisingan pesawat perlu dibatasi hingga di bawah 40 desibel.


WHO pun menyoroti sumber kebisingan yang berasal dari suara-suara hiburan seperti musik pada klub malam, kelas fitness, acara olahraga, konser maupun musik yang diputar melalui perangkat elektronik pribadi seperti ponsel. Menurut WHO, suara-suara hiburan ini perlu dibatasi agar tidak melebihi 70 desibel.


Rekomendasi ini pada dasarnya dikeluarkan WHO untuk Eropa karena satu dari lima orang Eropa terpapar tingkat kebisingan yang secara signifikan dapat membahayakan kesehatan setiap hari. Namun tak ada salahnya jika negara-negara lain mulai memberi perhatian lebih terkait masalah polusi suara atau tingkat kebisingan ini.


"Saya menyambut baik pedoman baru WHO ini karena pedoman ini membawa dampak paparan kebisingan terhadap manusia ke permukaan," jelas profesor di bidang bilogi sel dan direktur dari UCL Ear Institute Jonathan Gale seperti dilansir CNN.


Stres dan Gangguan Tidur

Polusi suara diketahui sangat beragam. Tiap sumber suara memiliki karakteristik kebisingan dan konsistensi yang berbeda. Karena itu, dampak polusi suara terhadap kesehatan akan sangat beragam pula. Namun secara umum, panduan baru WHO ini mengungkapkan bahwa paparan kebisingan sudah terbukti secara ilmiah memiliki dampak negatif bagi kesehatan.


"Dampak paling sering adalah rasa jengkel dan gangguan tidur," ungkap profesor dari Barts and Queen Mary University of London Stephen Stansfeld.


Di sisi lain, Gale juga menambahkan bahwa paparan kebisingan lingkungan dapat berujung pada hilangnya pendengaran. Dalam jangka panjang, paparan kebisingan lingkungan juga dapat berdampak pada isolasi sosial hingga kesejahteraan dan kesehatan. Faktor paling berpengaruh dari paparan kebisingan lingkungan ini adalah durasi dan tingkat kebisingan.


Anak-anak umumnya lebih banyak terdampak oleh kebisingan pesawat. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa paparan kebisingan pada anak dapat mempengaruhi kemampuan membaca dan perekembangan sindrom metabolik pada anak seperti diabetes dan obesitas. Dampak-dampak ini mungkin terjadi akibat stres kronis karena terpapar kebisingan dalam waktu lama.


Presiden Terpilih Institute of Acoustics Stephen Turner mengatakan peningkatan risiko serangan jantung juga bisa terjadi akibat kebisingan. Peningkatan risiko bisa terjadi jika terpapar kebisingan dengan cukup intens.

"Jika kita berfokus dalam menurunkan paparan yang tinggi (dari polusi suara), kita dapat menruunkan risiko masalah-masalah kesehatan merugikan tersebut," ungkap Turner.

 

(ps)


Sumber: REPUBLIKA

 

Subscribe

Berlangganan Email FeMale Radio

 Sign Up

Search

Advertise Here

carmed

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting