Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Peneliti Temukan Cara Baru Sembuhkan Kelumpuhan
01
Oct

Peneliti Temukan Cara Baru Sembuhkan Kelumpuhan

Setelah lumpuh lima tahun akibat kecelakaan mobil, seorang pria di Amerika Serikat kini mulai belajar berjalan dengan bantuan implan.

 

Peristiwa ini menjadi 'jalan terang' bagi upaya penyembuhan kelumpuhan tulang belakang yang sebelumnya dianggap mustahil.

Pria itu menggunakan perangkat elektronik yang ditanam di dalam tulang belakang bawahnya. Perangkat itu membantu mengeluarkan perintah dari otak untuk menjaga keseimbangan.

Pria berusia 29 tahun itu menderita lumpuh akibat kecelakaan pada 2013 lalu. Kelumpuhan mendera mulai dari bagian pinggang menuju bawah. Dia tak bisa bergerak atau merasakan apa pun di bagian bawah tubuhnya.

Melansir AFP, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine pada Senin (24/9), menyoroti percobaan yang dilakukan pada pria tersebut di tahun 2016 lalu. Kala itu, sekumpulan dokter menanamkan perangkat elektronik kecil di tulang belakang si pria.

Implan yang dioperasikan secara nirkabel tersebut menghasilkan dorongan listrik untuk menstimulasi saraf setelah ia terputus secara permanen dari otak.


"Apa yang kami pelajari adalah bahwa jaringan neuron di bawah tulang belakang yang cedera masih bisa berfungsi setelah kelumpuhan," ujar peneliti utama, Kendal Lee, seorang ahli bedah saraf di Mayo Clinic.

Beberapa pekan setelah perangkat dinyalakan, pria itu mulai mencoba gerakan pertamanya sejak kecelakaan. Setelah beberapa sesi rehabilitasi dan fisioterapi dilakoni, pria mampu berjalan di atas treadmill yang bergerak lambat.

Meski penanaman perangkat memberikan dampak luar biasa, namun pria itu kembali lumpuh ketika perangkat dimatikan.

Sebelumnya, sebuah percobaan pada 2011 lalu mencoba menanamkan elektroda di tulang belakang bawah dari seorang pria lumpuh. Hasilnya, pria itu mampu berdiri dan bergerak sedikit demi sedikit.


Tim peneliti percaya bahwa penemuan itu merupakan bukti pertama bagaimana implan digunakan untuk membantu seseorang dengan kelumpuhan berjalan.

"Hasil ini akan kami kombinasikan dengan bukti sebelumnya dalam rangka mewujudkan potensi teknologi baru untuk pemulihan kelumpuhan yang sebelumnya dianggap mustahil," tutup Lee.

 

(ps)


Sumber: CNNINDONESIA

 

Subscribe

Berlangganan Email FeMale Radio

 Sign Up

Search

Advertise Here

carmed

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting