Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle 6 Pemikiran Sebelum Memulai Akuarium Air Laut
29
Aug

6 Pemikiran Sebelum Memulai Akuarium Air Laut

Saat Anda termasuk orang yang hendak menambahkan akuarium air laut sebagai salah satu elemen dari interior rumah.

 

Berikut hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk memiliki akuarium air laut:


1. Tipe Ekosistem dari Akuarium Air Laut

Setiap akuarium air laut memiliki jenis ekosistem yang berbeda. Perbedaan ekosistem berarti perbedaan perawatan serta perlengkapan yang Anda perlukan juga. Beberapa jenis ekosistem akuarium air laut yang umumnya dimiliki para pecinta akuarium air laut adalah ekosistem FOWLR (fish only with live rock) yang hanya terdiri dari batu dan ikan laut hias, ekosistem terumbu karang, ekosistem kuda laut, ekosistem terumbu karang air dingin, dan berbagai jenis ekosistem lainnya.


Ekosistem FOWLR adalah ekosistem akuarium air laut paling dasar yang menjadikan ikan hias air laut sebagai elemen utamanya tanpa memikirkan penggunaan koral. Meskipun begitu, Anda bisa menggunakan koral buatan sebagai hiasan aquarium yang menarik sekaligus membantu ikan-ikan hias yang umumnya bersimbiosis dengan koral menjadi lebih betah hidup di akuarium air laut milik Anda.


Selain itu, pemula dalam hobi akuarium air laut juga kerap menggunakan ekosistem terumbu karang dengan soft corals seperti leathers corals, zoanthids, dan mushrooms corals yang memang lebih mudah beradaptasi dengan berbagai jenis kondisi akuariuam air laut.


2. Ukuran Akuarium Air Laut yang Anda Miliki

Hal selanjutnya yang perlu Anda pahami setelah menentukan ekosistem seperti apa yang ingin Anda aplikasikan pada akuarium air laut adalah ukuran dari akuarium air laut yang hendak Anda miliki.


Banyak yang mengira nano aquarium atau akuarium air laut berukuran kecil lebih cocok untuk pemula. Padahal, akuarium air laut yang terlalu kecil justru sangat rentan terhadap berbagai permasalahan.


Akuarium air laut berukuran sedang adalah pilihan paling tepat untuk Anda yang baru mau memulai hobi akuarium air laut, karena akan memberikan lebih cukup ruang untuk memperbaiki kesalahan perawatan yang dampaknya tidak akan secepat jika Anda menggunakan akuarium kecil.


3. Sistem Penyaringan Akuarium Air Laut

Salah satu hal penting yang perlu Anda perhatikan dalam memiliki akuarium air laut adalah sistem penyaringan. Sama halnya dengan akuarium, bahkan kolam ikan pada umumnya, sistem penyaringan ini berfungsi untuk memastikan air di dalam akuarium air laut bersih dan bebas dari berbagai zat yang membahayakan ekosistem yang ada pada akuarium.


Namun, menggunakan sistem penyaringan akuarium yang konvensional beresiko akuarium air laut milik Anda kehilangan nutrisi yang berguna untuk ikan hias dan juga koral yang ada di dalam akuarium. Untuk menanggulangi itu, gunakan nutrisi tambahan secara berkala.


4. Sistem Pencahayaan dari Akuarium Air Laut

Sistem pencahayaan adalah perlengkapan lain yang perlu dipahami setelah sistem penyaringan pada akuarium air laut, terutama jika di dalam akuarium air laut terdapat koral. Koral membutuhkan cahaya yang cukup untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.


Untuk pilihan sistem pencahayaan, jenis lampu LED sangat direkomendasikan untuk pemula. Selain lebih hemat listrik dan tak mudah rusak, cahaya dari lampu LED cukup baik untuk pertumbuhan dari koral yang ada di dalam akuarium air laut.


5. Pelajari tentang Koral

Koral adalah salah satu elemen dekorasi dan ekosistem dari akuarium air laut yang menjadikannya berbeda dengan akuarium air tawar. Jenis-jenis koral yang bisa Anda aplikasikan pada akuarium air laut ada banyak; selain berbeda dalam hal bentuk visual, koral akuarium air laut juga memiliki karakter yang berbeda-beda.


Berikut beberapa jenis koral yang umumnya digunakan dalam akuarium air laut:

  • Soft Corals, koral jenis ini paling mudah beradaptasi dengan berbagai jenis sistem pencahayaan dan mudah dirawat. Contoh koral dari jenis ini adalah Leather Corals, Xenia, Anthelia, Zoanthids, dan Mushrooms.
  • LPS (Large Polyp Stony Corals), jenis koral ini membutuhkan pencahayan lebih sedang. Umumnya pencahayaan yang cocok untuk jenis koral ini adalah lampu LED 165 watt. Koral jenis ini juga membutuhkan perawatan lebih disiplin karena lebih sulit beradaptasi dan sensitif terhadap lingkungan sekitarnya.
  • SPS (Small Polyp Stony Corals), koral jenis ini memerlukan pencahayaan yang lebih banyak serta kandungan nutrisi yang lebih rendah pada air. Contoh koral dari jenis ini adalah Acroporas, Montipora, Leptoseris, Birdsnests (Stylophora, Pocillopora, Seriatopora), dan juga Stylocoinellas.

Small Polyp Stony Corals umumnya lebih cocok untuk penggemar akuarium air laut yang sudah ahli dan profesional. Untuk Anda yang masih pemula dalam hobi akuarium air laut, Soft corals lebih cocok.


6. Ikan untuk Akuarium Air Laut

Setelah memahami koral seperti apa yang akan Anda gunakan pada ekosistem akuarium air laut Anda, saatnya menentukan jenis ikan yang akan hidup bersama koral di dalam akuarium.



Agak berbeda dengan kolam ikan mini, hal terpenting dalam memilih ikan yang akan mengisi akuarium adalah kecocokannya antar ikan yang satu dengan ikan yang lain. Apalagi, banyak jenis ikan yang memiliki karakter yang besifat teritoris dimana ikan biasanya enggan membagikan areanya untuk ikan lain.


Setelah ikan dipilih, buatlah ekosistem akuarium air laut semirip mungkin dengan ekosistem aslinya di laut untuk membuat ikan lebih nyaman dan tidak mudah stress dengan menambah koral yang umumnya ada pada ekosistem aslinya.


Selamat berkreasi!

 

(ps)


Sumber: DEKORUMA

 

Search

Advertise Here

carmed

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting