Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Mana Jenis Susu yang Paling Sehat?
09
Jul

Mana Jenis Susu yang Paling Sehat?

Dokter gizi dari Beyoutiful Clinic, Jakarta, dr. Arti Indira, Mgizi, Sp.GK mengatakan bahwa kita harus mengenal terlebih dahulu semua jenis susu yang ada.

 

Begini penggambarannya:


1. SUSU SAPI: Susu yang berasal dari kelenjar sapi.

Kelebihan: Susu ini tinggi protein dan memiliki protein lengkap, seperti memiliki semua asam amino esensial yang diperlukan tubuh untuk mensintesis protein, kalsium (yang menyediakan 29% dari rekomendasi kebutuhan harian), dan vitamn B12 (vitamin yang hanya ditemukan pada produk hewani).


Kekurangan: Susu sapi tinggi lemak tersaturasi. Dalam 1 gelas susu sapi mengandung 4,6 gram lemak tersaturasi.


2. SUSU KELAPA: Berasal dari “daging” kelapa segar yang dicampur air dan disaring; bagian kental dicampur dengan air kelapa untuk mendapatkan susu kelapa atau santan.


Kelebihan: Paling rendah kalori, memiliki tekstur creamy seperti susu sapi. Mengandung medium-chain fatty acids yang dapat meningkatkan kolesterol “baik”.


Kekurangan: Tidak mengandung protein, dan tinggi lemak tersaturasi.


3. SUSU ALMOND: Berasal dari kacang almond yang dihaluskan dan dicampur dengan air. Dapat diberi pemanis seperti madu atau kurma dan diberi perasa seperti cokelat, kopi, atau matcha.


Kelebihan: Dairy free milk. Tinggi magnesium, selenium, dan vitamin E yang dapat meningkatkan kesehatan tulang, dan mengandung antioksidan, membantu sistem imunitas dan metabolisme. Susu ini juga bebas kolesterol dan bebas laktosa.


Kekurangan: Jika dibandingkan dengan susu sapi dan soya, susu almond memiliki protein paling rendah.


4. SUSU KEDELAI: Berasal dari kacang kedelai yang direndam dan dihaluskan di dalam air.


Kelebihan: Susu soya memiliki protein yang lengkap (mirip dengan susu sapi), dan mengandung serat. Selain itu, rendah natrium dan dapat membantu menurunkan LDL atau kolesterol jahat dalam darah. Susu kedelai memiliki protein 8 gram dalam 240 ml

 

Kekurangan: Susu soya memiliki fitoesterogen yang dapat mempengaruhi keseimbangan hormon, dan rendah kalsium.


Banyak ya, manfaat susu. Itulah sebabnya direkomendasikan. “Susu sebagai sumber protein dalam asupan makanan sehari-hari. Selain itu, susu sapi juga merupakan sumber vitamin D dan kalium,” Arti mengingatkan.


Jika Anda membutuhkan penyegaran ilmu, protein merupakan molekul besar dan kompleks yang memiliki banyak peran penting dalam tubuh. Sebagian besar aktivitas di sel-sel tubuh dikerjakan oleh mereka, dan kita membutuhkan protein untuk struktur, fungsi dan meregulasi jaringan dan organ-organ di tubuh. Intinya: kita sangat membutuhkan protein. Kalium: membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengendalikan tekanan darah, menjaga fungsi otot dan saraf yang berhubungan dengan jantung. Sementara vitamin D—silakan berteman baik dengan Google.


Ada begitu banyak jenis, pilihan—apakah semuanya baik untuk tubuh? "Iya," jawab Arti. Dengan satu syarat: "tapi tergantung dari kondisi tubuh, apakah termasuk lactose-intolerant atau tidak. Jika tidak termasuk lactose-intolerant berarti dapat mengonsumsi susu sapi tanpa masalah, tapi jika termasuk dalam lactose-intolerant, Anda bisa memilih susu kedelai atau soya,” jelasnya.


Konsumsi, makanan, minuman—tidak bisa tidak, pasti dihubungkan dengan berat badan. Dan berbicara tentang susu, ada yang bilang bahwa susu bisa membuat berat badan seseorang bertambak alias gemuk. Mitos atau kebenaran? "Iya benar sekali. Jika mengonsumsi berlebihan (frekuensi) dan memilih susu full cream, karena selain tinggi lemak tersaturasi, susu tersebut juga tinggi akan kalori,” tukas Arti.


Lalu, berapa liter/ gelas susu yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari? “Diperjelas ya, susu sapi ataupun non-diary bukanlah makanan wajib dalam sehari-hari. Jika dapat menemukan sumber protein dan kalsium dari bahan makanan lain tidak perlu mengonsumsi susu. Namun, jika ingin mengonsumsi susu, dapat diberikan dua gelas perhari untuk mendapatkan keuntungan dari susu yang diminum,” Arti menambahkan.


Susu beraneka ragam bentuk dan rupa (susu sapi, non-dairy, full cream, low-fat dan lain sebagainya), tapi Anda tidak perlu bingung memilih yang tepat sesuai kebutuhan. Menurut Arti, ingat saja beberapa hal ini:

  • Selalu pilih produk susu yang segar dan produksi lokal. Untuk susu sapi, pilih susu sapi pasteurisasi (jangan susu segar tanpa pasteurisasi).
  • Jika memungkinkan, pilihlah produk organik.

  • Cek kandungan protein dalam susu. Susu non-dairy mengandung protein yang lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi.

  • Selalu pilih susu yang tanpa pemanis (unsweetened) dan low-fat.

  • Pilihlah susu yang diperkaya dengan kalsium.

 

(ps)


Sumber: WOOP

 

Search

Advertise Here

carmed

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting