Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Tipe Orang yang Butuh Protein Tinggi
03
Jul

Tipe Orang yang Butuh Protein Tinggi

David Katz, MD, direktur Yale University Prevention Research Center mengatakan bahwa orang harus berhenti berkutat pada asupan makronutrien saja (karbohidrat, protein, lemak) dan sebaiknya lebih fokus pada kombinasi makanan yang tepat.

 

The Dietary Guidelines for Americans menganjurkan asupan protein per hari antara 10 dan 35 persen. Hanya mengonsumsi 10 persen protein saja, atau sekitar 46 gram protein per hari untuk wanita, sebenarnya sudah cukup untuk mencegah kekurangan protein.


Namun Dr. Katz mengakui, ada beberapa tipe orang yang memerlukan lebih banyak lagi protein dari kebanyakan manusia. Siapa saja?


  1. Binaragawan

Para binaragawan identik dengan protein, mulai dari minuman whey protein hingga suplemen protein. Tapi sebenarnya, apa alasan binaragawan membutuhkan banyak protein?


Jika Anda setiap hari melakukan latihan beban, jaringan otot akan luruh sehingga harus diperbaiki dan dibangun kembali. Di sinilah peran protein sebagai sumber asam amino esensial dalam membantu menyusun otot para binaragawan tersebut.


Tanpa protein yang cukup, jangan harap otot-otot akan terbentuk. Ibaratnya Anda ingin membangun rumah, tapi hanya mengandalkan batu bata tanpa besi yang mumpuni. Hasilnya pasti sia-sia karena konstruksi bangunan tidak akan terwujud.


  1. Orang yang berat badannya mudah naik

Sejumlah bukti ilmiah menunjukkan bahwa asupan tinggi protein, tergantung jenis proteinnya, dapat memberikan rasa kenyang dengan kalori yang sedikit. Itu karena protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga membuat Anda kenyang lebih lama.


Selain itu, protein berguna dalam menstabilkan gula darah, yang kemudian dapat menurunkan keinginan untuk makan. Protein juga dapat meminimalkan kehilangan otot, asalkan dibarengi dengan aktivitas fisik yang cukup.


  1. Orang yang sering mengonsumsi makanan manis, berkarbohidrat, dan tidak sehat

Anda pencinta roti, pasta, dan kue-kue manis? Jika ya, mungkin Anda salah satu orang yang memerlukan diet tinggi protein ini. Pasalnya, ketika Anda mengonsumsi asupan protein yang tinggi, Anda tidak akan terlalu tertarik lagi untuk menyantap makanan bergula dan berkarbohidrat (karena sudah kenyang).


Jika Anda belum yakin dengan fakta tersebut, mungkin perlu mendengar fakta ini. Dalam sebuah uji coba acak yang disebut Optimal Macronutrient Intake Trial to Prevent Heart Disease, orang yang mengganti beberapa karbohidrat dengan protein sehat (atau lemak sehat) ternyata memiliki tekanan darah serta kolesterol LDL yang lebih rendah dibanding orang yang menjalani diet tinggi karbohidrat.


  1. Orang paruh baya (usia 50 tahun ke atas)

Bagi Anda yang memasuki usia paruh baya, diet tinggi protein dapat berguna untuk menangkal kehilangan otot, kondisi yang tak terhindarkan seiring dengan bertambahnya usia. Menurut Dr. Katz, orang paruh baya berisiko terkena sarkopenia, hilangnya massa otot secara bertahap.


Dalam studi tahun 2015 yang dilakukan University of Arkansas, orang dewasa berusia 52 hingga 75 yang melipatgandakan asupan harian protein dari yang dianjurkan, ditemukan lebih baik dalam membangun dan menjaga otot.


Jika Anda termasuk ke dalam kelompok usia ini dan memiliki kolesterol tinggi atau faktor risiko kardiovaskular lainnya, sebaiknya tidak mengonsumsi ekstra protein dari hewani. Cobalah untuk lebih fokus dengan sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan.


Setiap orang memiliki tubuh yang berbeda dengan kebutuhan nutrisi yang berbeda pula. Jadi tidak ada aturan yang sama persis untuk semua orang. Jika Anda merasa termasuk ke dalam golongan orang yang memerlukan diet tinggi protein, dapat berdiskusi dengan dokter atau ahli gizi agar tidak salah langkah.

 

(ps)


Sumber: KLIKDOKTER

 

Search

Advertise Here

carmed

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting