Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Manfaat Vaksin Rotavirus Untuk Si Kecil
15
Feb

Manfaat Vaksin Rotavirus Untuk Si Kecil

Vaksin rotavirus melindungi bayi dan anak-anak dari penyakit gastroenteritis (radang pada lambung dan usus). Gejalanya meliputi diare akut, muntah, demam, anak sulit atau tidak mau makan minum, dan sakit perut.

 

Virus rotavirus ini umumnya menyerang bayi dan anak-anak dan dapat menyebabkan dehidrasi parah, bahkan bisa berujung kematian jika tidak segera ditangani dengan tepat. Kabar baiknya, Anda dapat melindungi Si Kecil dengan vaksin rotavirus yang aman dan efektif.


Rotavirus sangat menular dan mudah menyebar melalui kontak fisik dari orang ke orang. Rotavirus terdapat pada tinja orang yang terinfeksi dan dapat bertahan lama di permukaan benda yang terkontaminasi, termasuk tangan seseorang. Penyebaran infeksi rotavirus adalah masalah khusus di rumah sakit dan di tempat penitipan anak, di mana penyebarannya dapat mudah ditularkan dari anak satu ke anak lainnya. Virus ini juga mudah disebarkan oleh petugas penitipan anak, terutama saat mereka mengganti popok tanpa mencuci tangan sesudahnya. Orangtua dan keluarga yang merawat bayi juga perlu sering mencuci tangan saat mengganti popok untuk mencegah virus ini agar tidak menular.


Kebersihan dan sanitasi yang baik belum bisa secara efektif menghentikan sepenuhnya penyebaran rotavirus. Jadi, imunisasi adalah pertahanan terbaik yang bisa Anda lakukan. Setiap bayi yang menerima vaksin oral ini tidak akan mengalami diare akibat rotavirus. Hampir semua yang menerima vaksin terlindungi dari diare yang parah.


Tanda-tanda dehidrasi berat akibat diare yaitu: penurunan kesadaran, mual muntah, anak tidak mau makan atau minum, lemas, kaki dan tangan teraba dingin, anak tidak pipis, nadi cepat, kantung mata cekung, tidak keluar air mata saat menangis, dan sesak napas. Kondisi ini merupakan keadaan gawat yang harus segera mendapat penanganan dengan pemberian cairan untuk merehidrasi anak, memberi obat-obatan untuk mengatasi diare, dan pemantuan ketat untuk menilai kondisi anak.


Anjuran Usia Terbaik dan Dosis Tepat Vaksin Rotavirus

Saat ini, di indonesia terdapat dua jenis vaksin, yaitu vaksin yang diberikan pada usia dua bulan, empat bulan, dan enam bulan; serta vaksin yang diberikan pada usia dua bulan dan empat bulan saja. Tidak seperti vaksin pada umumnya, vaksin rotavirus diberikan melalui mulut (oral), bukan dengan injeksi (suntik).


Jika bayi Anda belum mendapat vaksin dosis pertama di saat ia berumur 15 minggu, bicarakan pada dokter apakah Si Kecil bisa menyusul menerima vaksin ini. Vaksin rotavirus tidak dianjurkan diberikan kepada bayi yang berumur lebih dari 8 bulan, karena tidak ada cukup bukti yang menunjukkan efektivitas vaksin ini pada bayi yang berusia lebih besar. Selain itu, ada beberapa bukti yang menunjukkan terjadinya reaksi merugikan jika diberikan pada usia di atas 8 bulan, salah satunya demam dan alergi.


Berikut ini beberapa kondisi anak yang tidak boleh menerima vaksin rotavirus:

  • Bayi berumur kurang dari 6 minggu.
  • Bayi berusia 8 bulan atau lebih.
  • Bayi Anda alergi terhadap vaksin rotavirus sebelumnya maupun kandungan yang terdapat di dalamnya. Pastikan untuk memberitahu dokter jika bayi Anda mengalami alergi yang parah, termasuk alergi terhadap lateks.
  • Bayi pernah menderita intususepsi (gangguan usus yang membuat sebagian usus terlipat dan menyusup ke segmen usus lain). Satu hingga dua minggu setelah menerima vaksin rotavirus, bayi berisiko mengalami kekambuhan intususepsi.
  • Bayi penderita severe combined immunodeficiency (SCID). SCID merupakan penyakit keturunan yang jarang, tapi bisa mengancam nyawa dan dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Sering kali mengakibatkan diare kronis dan gangguan pertumbuhan.
  • Bayi yang menderita gangguan sistem imun dan penyakit pencernaan, perlu mendapatkan perhatian khusus sebelum diberi vaksin rotavirus. Jika Si Kecil mengalami sakit ringan, vaksin rotavirus masih bisa diberikan. Namun, selalu konsultasikan kondisi buah hati Anda pada dokter.
  • Bayi dengan spina bifida (cacat lahir yang ditandai dengan munculnya celah pada saraf tulang belakang) atau bladder exstrophy (cacat lahir yang melibatkan kandung kemih). Karena vaksin ini mengandung lateks, dan kedua penyakit di atas bisa meningkatkan risiko reaksi alergi pada lateks.


Efek Samping Vaksin Rotavirus yang Perlu Anda Ketahui

Umumnya, vaksin rotavirus berisiko kecil terjadinya efek samping. Reaksi alergi parah jarang sekali ditemukan, tapi tetap ada kemungkinan bisa terjadi. Tanda-tanda terjadinya reaksi alergi berupa sulit bernapas, suara mengi pada napas, wajah pucat, dan detak jantung cepat. Beberapa efek samping ringan yang umumnya terjadi seperti mudah rewel, diare, dan muntah.


Jika Si Kecil tampak mengalami sakit perut, tinja berdarah, atau mulai muntah, segera bawa ke dokter. Perlu diketahui, vaksin rotavirus mengandung virus hidup yang bisa menginfeksi orang lain terutama pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Berhati-hatilah ketika Anda membuang popok dan jangan lupa untuk sering mencuci tangan hingga bersih untuk mencegah penyebaran virus.


Mengingat masih tingginya angka kejadian diare di Indonesia yaitu sekitar 5,4 juta kasus menurut survei Riskesdas tahun 2015, dengan sebagian besar kelompok yang rentan terkena adalah bayi dan anak-anak, maka imunisasi rotavirus dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah penyakit gastroenteritis, selain juga dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang baik. Imunisasi dengan vaksin rotavirus juga termasuk salah satu jenis imunisasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

 

(ps)


Sumber: ALODOKTER

 

Search

Advertise Here

carmed

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting