Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Dampak Jika Anda Tidak Sarapan
06
Dec

Dampak Jika Anda Tidak Sarapan

Sarapan adalah sumber energi bagi mereka yang mempunyai rutinitas setiap paginya. Melewatkan sarapan kadang dilakukan sebagian orang, penyebabnya bisa karena terburu-buru bahkan karena kebiasaan.

 

Jika kebiasaan ini terus berlanjut secara teratur, bukan hanya maag yang bisa kita idap namun juga penyakit serius lainnya. Kesenjangan antara makan malam dan sarapan harus berlangsung sekitar 8-10 jam. Saat Anda tidak sarapan, perut akan dibiarkan kosong sampai waktu makan siang sehingga menyebabkan kita mengonsumsi makan malam yang berlebihan.

 

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan dapat mengganggu jam internal tubuh dan menyebabkankenaikan berat badan. Kebiasaan makan yang tidak teratur seperti melewatkan sarapan sering dikaitkan dengan obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular.

 

Dikutip dari Boldsky, Rabu (6/12/17), penelitian dilakukan oleh Universitas Tel Aviv (TAU) dan Hebrew University di Israel dan menemukan efek sarapan yang mengatur glukosa dan insulin pasca makan dari individu sehat dan penderita diabetes. Dalam penelitian tersebut, diambil 18 relawan sehat dan 18 relawan diabetes yang mengonsumsi sarapan dan makan siang. Pada hari kedua peneliti melakukan tes darah pada peserta untuk diambil gen postprandial, glukosa plasma, dan insulin.

 

Baik pada individu sehat maupun penderita diabetes, konsumsi sarapan memperbaiki secara cepat gen tertentu yang terkait dengan penurunan berat badan yang lebih efisien. Sedangkan setelah makan siang dikaitkan dengan peningkatan kadar glukosa dan insulin.

 

Pada saat peserta melewatkan sarapan, gen terkait dengan penurunan berat badan diatur dan menyebabkan lonjakan gula darah sehingga membuat tanggapan insulin memburuk. Ini menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat menyebabkan kenaikan berat badan bahkan tanpa kejadian makan sepanjang hari.

 

“Studi kami menunjukkan bahwa konsumsi sarapan memicu ekspresi gen siklus yang cepat dan mengarah ke kontrol yang lebih baik.” imbuh Daniela Jakubowicz dari TAU.

 

“Waktu makan yang tepat adalah mengonsumsi sarapan sebelum 09:30. Jika dilakukan secara teratur dapat menyebabkan peningkatan keseluruhan metabolisme tubuh, memfasilitasi penurunan berat badan, dan menunda komplikasi yang terkait dengan diabetes tipe 2 dan ganguan terkait usia lainnya.” tambahnya.




 

(diandrips)


Sumber: www.okezone.com



 

Search

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting