Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Penyebab Boros Belanja Bulanan
06
Dec

Penyebab Boros Belanja Bulanan

Sering khawatir boros ketika mau belanja bulanan? Mungkin ada kesalahan yang sering Anda lakukan. Rutinitas belanja tiap bulan adalah salah satu aktivitas penting dalam keuangan.

 

Namun ada sederet kesalahan yang sering dilakukan saat belanja bulanan yang bisa mengganggu fondasi finansial. Dikutip dari DuitPintar.com, simak daftar kesalahannya di bawah ini.

 

1. Tidak membuat daftar belanja

 

Daftar belanjaan harus dibuat dan dipatuhi, sesuaikan dengan anggaran dan tentunya kebutuhan selama sebulan ke depan. Bila pergi tanpa rencana, siap-siap merogoh kocek dalam-dalam saat belanja.

 

2. Tidak memeriksa promo di supermarket 

 

Supermarket sering membuat katalog belanja pada periode tertentu, yang antara lain berisi informasi promosi. Salah kalau kita tidak memeriksa promo itu sebelum belanja. Jangan lupa bandingkan dengan harga di supermarket lain. Supermarket besar biasanya memajang juga info promo tersebut.

 

Tak hanya itu, periksa juga kartu kredit mana yang memberikan potongan harga di supermarket yang Anda tuju. Lumayan kan jadi hemat.

 

3. Asal beli banyak

 

Banyak produk yang ditawarkan dengan harga lebih murah kalau beli banyak sekaligus.


Misalnya pasta gigi satu unit Rp 2.000, kalau beli tiga langsung harganya jadi Rp 5.500 sepaket. Namun hati-hati, sebaiknya lihat dulu barang yang mau dibeli banyak itu. Ada kalanya barang yang dijual sepaket itu udah mau kedaluwarsa. Dengan dijual banyak sekalian, diharapkan stoknya cepat habis.

 

Untuk konsumen, tawaran seperti itu malah bisa merugikan. Misalnya mau beli tepung terigu. Bila beli banyak sekalian, apa pasti bakal habis sebelum kadaluwarsa? Kecuali memang mau tiap hari membuat roti. Hal yang seperti ini mesti diteliti agar tidak rugi sesudah belanja.

 

4. Langsung beli produk brand supermarket


Brand supermarket memang umumnya harganya lebih murah ketimbang merek komersial di pasaran. Tapi harganya yang murah bukan berarti harus dibeli. Bandingkan dulu kualitasnya dengan merek lain. Siapa tahu efisiensinya kalah atau rasanya kurang sedap dibanding yang lain sehingga kurang laku. Misalnya mau beli tisu dengan merek supermarket yang dikunjungi.


Ternyata, tisu itu amat tipis. Habis makan, tidak cukup satu lembar tisu untuk mengelap mulut.Sebaliknya, tisu merek lain lebih mahal, tapi lebih tebal. Cukup satu lembar tisu, minyak dan kotoran lainnya langsung lenyap. Nah, bila dihitung-hitung, harga tisu merek supermarket jatuhnya lebih mahal karena cepat habis.


Ingat, hidup hemat tidak selalu identik dengan barang-barang yang murah. Tetap harus dicek kualitasnya agar uang yang keluar tak sia-sia lantaran barang itu hanya dipakai sebentar karena kurang bagus. Tengok lagi kebiasaan kita dalam belanja, jangan sampai menemukan kesalahan di atas.



 

 

(diandrips)


Sumber: www.liputan6.com



 

Search

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting