Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Getar Di Kaki, Waspada Sindrom Ini
07
Nov

Getar Di Kaki, Waspada Sindrom Ini

Pernakah Anda tiba-tiba merasakan suatu dorongan yang membuat kaki atau tangan getar secara tiba-tiba? Reaksi ini biasanya terjadi saat perasaan gugup menyerang. Bahkan gerakan berirama cepat ini terkadang merayap dari kaki hingga ke paha. 

 

Gemetar bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami sindrom kaki gelisah atau penyakit Willis-Ekbom. Tanda lainnya adalah kesemutan, terbakar, atau gatal di kaki, lengan, dada, dan wajah. Kondisi ini juga bisa menyerang lebih parah di malam hari sehingga mengganggu kualitas tidur. Menurut laporan, pasien yang mengalami kondisi ini merasa seperti ada air soda di dalam pemburuh kakinya. Dalam tingkat yang lebih parah, bisa terjadi rasa sakit luar biasa dan kram di kaki terutama betis.


Melansir Express, Senin (6/11/2017), sebanyak 80% pasien mengalami gerakan anggota tubuh secara periodik ketika tidur. Biasanya kaki akan bergetar selama 10 – 60 detik. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh kekurangan hormon dopamin. Dopamin diperlukan oleh tubuh karena bertindak sebagai penghubung antara otak dengan sistem saraf. Dengan kata lain, dopamin membantu tubuh mengendalikan pergerakan dan aktivitas otot.


Menurut NHS, sindrom kaki gelisah terjadi karena adanya masalah di sistem saraf. Pada kasus ringan, kondisi ini tidak memerlukan perawatan apapun. Akan tetapi, jika gejalanya parah maka bisa jadi pasien kekurangan zat besi. Keadaan ini tentunya bisa mengacaukan rutinitas sehari-hari. Sebab sel saraf yang rusak memengaruhi jumlah dopamin di otak. Jika dopamin berkurang, maka otot berkedut tak terkendali.

Namun sebagian besar kasus sindrom kaki gelisah tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Selain dipicu kekurangan zat besi dan dopamine, kondisi kesehatan jangka panjang seperti penyakit ginjal kronis, diabetes, Parkinson, dan rheumatoid arthritis bisa menjadi penyebabnya. Untuk membantu meringankan kondisi ini, bisa dilakukan perubahan gaya hidup.

 

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah memiliki jadwal tidur yang teratur dan menghindari kafein sebelum tidur. Lalu bisa juga dengan berolahraga secara teratur, berhenti merokok, dan menghindari alkohol di malam hari. Jika getaran terjadi di belakang kepala, maka Anda bisa memijat kaki dan mandi air panas di malam hari.


 

 

 

(diandrips)


Sumber: www.okezone.com



 

Search

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting