Register
Home FEMALE INFO FeMale Herald Denda Rp750 Ribu Ancam Pengemudi yang Lihat GPS
07
Feb

Denda Rp750 Ribu Ancam Pengemudi yang Lihat GPS

Mengemudi sambil melihat GPS di HP diancam pidana penjara atau tilang. MK beranggapan penggunaan GPS saat mengemudi bisa membuat konsentrasi pengemudi terganggu.

 

"Sesuai dengan ketentuan tertib berlalu lintas dalam UU 22/2009, misalnya rambu lalu lintas, bangunan, cahaya, dan lainnya. Konsentrasi pengemudi tidak boleh terganggu karena menggunakan aplikasi GPS dalam telepon seluler pada saat berkendara karena akan menyebabkan berkurangnya perhatian dan konsentrasi pengemudi yang dapat berdampak pada kecelakaan lalu lintas," ucap Ketua MK Anwar Usman dalam salinan putusan di websiteMK, yang diketok pada Rabu (30/1/2019).

 

Anwar menambahkan lebih baik pengemudi yang menggunakan GPS saat menyetir dilarang demi melindungi kepentingan umum. Menurutnya, konsentrasi adalah kunci utama dalam keselamatan berlalu lintas.

"Menurut pendapat Mahkamah, Penjelasan Pasal 106 ayat (1) UU 22/2009 terkait dengan frasa 'penuh konsentrasi' bertujuan untuk melindungi kepentingan umum yang lebih luas akibat dampak buruk perilaku pengemudi yang terganggu konsentrasinya pada saat mengemudikan kendaraannya," ungkapnya.

Meski begitu, majelis berpendapat tindakan hukum kepada pengemudi yang menggunakan GPS harus dilihat secara kasuistis. Dengan begitu, petugas di lapangan harus jeli dalam menerapkan hukum. Apabila pengemudi itu mengganggu keselamatan pengguna jalan, tindakan tegas boleh dilakukan.

"Dengan kata lain, penggunaan GPS dapat dibenarkan sepanjang tidak mengganggu konsentrasi pengemudi dalam berlalu lintas. Artinya, tidak setiap pengendara yang menggunakan GPS serta-merta dapat dinilai mengganggu konsentrasi mengemudi yang membahayakan pengguna jalan lainnya yang dapat dinilai melanggar hukum, sehingga penerapannya harus dilihat secara kasuistis," papar Anwar.

Gugatan ini diajukan oleh komunitas mobil yang tergabung dalam Toyota Soluna Community (TSC). TSC menggugat Pasal 106 ayat 1 UU LLAJ yang berbunyi:
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Dengan demikian, para pelanggar bisa dikenai sanksi tilang berupa denda maksimal Rp 750 ribu atau hukuman kurungan maksimal 3 bulan.


(ps)


Sumber: DETIK

 

Search

Advertise Here

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Joy Parenting