Register
Home FEMALE INFO FeMale Herald LBH Jakarta Terima Korban Pinjaman Online
07
Nov

LBH Jakarta Terima Korban Pinjaman Online

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta membuka posko pengaduan pinjaman online.

 

Pasalnya sejak bulan Mei, LBH Jakarta telah menerima pengaduan dari 283 korban pinjaman online atau financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending.


Di dalam unggahan yang juga disertai poster dengan judul Jahatnya Pinjaman Online tersebut LBH Jakarta mengungkapkan beberapa modus penagihan pihak P2P lending kepada peminjam, yaitu seluruh data pribadi diambil dari ponsel milik peminjam, kemudian penagihan dilakukan tidak hanya kepada peminjam saja, melainkan kepada seluruh nomor kontak yang ada dalam handphone milik peminjam.


Modus lainnya adalah penagihan dilakukan dengan cara memaki, mengancam bahkan dalam bentuk pelecehan seksual. Di dalam kasus pinjaman online yang dinarasikan, salah seorang debitor P2P lending berinisial FY diminta pihak "pinjol UC" untuk menari telanjang di rel kereta agar pinjamannya bisa lunas. Selain itu, bunga pinjaman yang tidak terbatas, penagihan yang tidak kenal waktu, nomor kontak pinjaman online yang tidak tersedia, serta alamat perusahaan yang tidak jelas.


Terkait pembentukan posko pengaduan oleh LBH Jakarta ini, pihak Ketua Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Ajisatria Suleiman, belum mau memberi keterangan. Keberadaan perizinan fintech P2P lending telah diatur dalam Peratutran Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.


Berdasarkan data OJK, hingga Oktober 2018 terdapat 73 penyelenggara fintech P2P lending lending yang telah resmi terdaftar. Selain itu, masih ada 217 perusahaan tekfin P2P lending yang saat ini tengah mengajukan izin untuk bisa diakui OJK.


(ps)


Sumber: KOMPAS

 

Search

Advertise Here

carmed

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting