Register
Home FEMALE INFO FeMale Herald Juara Dunia Atletik U-20 Latihan Tanpa Alas Kaki
13
Jul

Juara Dunia Atletik U-20 Latihan Tanpa Alas Kaki

Setelah 32 tahun spinter Indonesia tidak bisa menembus jajaran 8 besar dunia, Indonesia akhirnya punya Juara Dunia Atletik U-20.

 

Gelar itu datang dari spinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri.

 

Dia sukses mencatatkan sejarah di nomor 100 meter putra di Kejuaraan dunia Atletik U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, Rabu, 11 Juli 2018.

 

Dalam kondisi cuaca yang cukup dingin di Stadion Tampere, pelari berusia 17 tahun tersebut merebut emas setelah finis di posisi terdepan dalam waktu 10,18 detik (1,2m/s). Melampaui catatan dari duo pelari terbaik U-20 dari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang sama-sama menghasilkan waktu 10,22 detik.

 

Dia juga melampaui pencapaian pelari Afrika Selatan, Thembo Monareng yang finis di posisi keempat dengan selisih tipis 0,01 detik dari Anthony dan Eric.


Bahkan pelari Swedia yang sebelumnya sempat memecahkan rekor U-20 dengan 10,22 di babak semifinal, tidak mampu finis di top 5. Dia hanya menyentuh posisi keenam setelah membukukan 10,25 detik.

 

Hasil yang dibukukan oleh Zohri ini memang tidak terduga, mengingat dia berlari di lintasan terluar, yakni lintasan 8. Dalam nomor utama seperti 100 meter ini, setiap mata pasti akan tertuju pada lintasan tengah yang dihuni para unggulan seperti Anthony dan Eric.

 

Juara Dunia Atletik U-20 Latihan Tanpa Alas Kaki


Tapi, Zohri sukses membuktikan untuk tidak meremehkan para pelari di lintasan luar.

 

Hasil yang dicatatkannya, dalam sejarah 32 tahun Kejuaraan Dunia IAAF U-20, adalah yang terbaik yang dihasilkan oleh pelari Indonesia. Pencapaian terbaik sprinter Indonesia sebelumnya hanya 8 besar pada kejuaraan 1986 lalu.

 

Bagi Zohri, hasil ini sekaligus memperbaiki pencapaiannya sendiri yang dihasilkan di Kejuaraan Asia U-20 awal tahun ini dengan raihan 10,25 detik. Sayangnya dia belum mampu memecahkan rekor nasional senior yang masih dipegang Suryo Agung Wibowo dengan waktu 10,17 detik yang dicatatkan pada SEA Games Laos 2009 lalu.

 

"Saya akan merayakannya pasti," kata Zohri.

 

Pelari asal NTB ini mengaku sangat bahagia dengan rekor yang di raih pada kejuaraan ini dan sukses memecahkan rekor nasional junior. Pasalnya, hasil ini memberikannya pengalaman berharga dalam karir berlarinya. Terlebih bulan depan dirinya akan tampil di Asian Games.

 

"Setelah ini saya akan langsung mempersiapkan diri untuk Asian Games bulan depan. Saya sangat bangga," katanya.

 

Latihan Tanpa Alas Kaki

"Setelah melihat videonya yang dikirim Zohri melalui WhatsApp, saya langsung menangis dan sujud syukur kepada Allah SWT," kata Baiq Fazilah, sang kakak.

 

Lebih lanjut, Baiq Fazilah mengatakan bahwa adiknya tersebut ialah sosok yang pendiam dan tidak pernah menuntut apapun.

 

Dia juga bercerita tentang Zohri yang ketika latihan tidak memakai alas kaki karena tidak mempunyai sepatu khusus untuk lari.

 

"Dia (Lalu Muhammad Zohri) anaknya pendiam dan tidak pernah menuntut ini itu. Bahkan, kalau berlatih tidak pernah pakai alas kaki, karena tidak punya," ungkap Baiq.

 

Kini, Zohri berpeluang besar menggapai cita-citanya.

 

Pemuda berusia 18 tahun itu memiliki cita-cita yang mulia yakni membanggakan dan membuatkan sebuah rumah untuk keluarganya.

 

"Cita-citanya mau banggakan keluarga dan buatkan rumah," tutur Baiq Fazilah.

 

(ps)


Sumber: PIKIRAN-RAKYAT, KOMPAS

 

Search

Advertise Here

MD's Review

Imsakiyah

imsakiyah 2018

 

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting