Register
Home FEMALE INFO FeMale Herald UNBK, SMAN 5 Karawang Pinjamkan Komputer
10
Apr

UNBK, SMAN 5 Karawang Pinjamkan Komputer

Jajaran guru hingga Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Karawang meminjamkan perangkat komputer untuk mensukseskan jalannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

 

"Ada 15 unit yang dipinjamkan dari panitia, guru, dan kepala sekolah. Semuanya berupa laptop," ujar Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMAN 5 Karawang Dety Yulianti di SMAN 5 Karawang, Senin (9/4/2018).


Dery mengungkapkan, pihaknya tidak meminjam dari anak didik untuk pengadaan perangkat UNBK. Sebab, ia menilai justru merepotkan.


"Kalau pinjam dari anak didik atau orangtua justru repot mengurus izinnya. Dan khawatir ada kerusakan atau tercorat-coret," ungkapnya.


Perangkat yang dipinjamkan tersebut, sambung Dety, digunakan sebagai client cadangan UNBK. Hal ini untuk mengantisipasi 200 client komputer yang digunakan UNBK.


"Hal ini untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Sehingga, nanti jika ada perangkat (komputer) yang mengalami kendala, kami tidak perlu mencari-cari perangkat pengganti," tambahnya.


Di SMAN 5 Karawang, UNBK diikuti 563 siswa yang dibagi menjadi tiga sesi ujian. Sekolah ini menggunakan lima ruang yang dilengkapi lima server utama dan dua server cadangan.


"Pada sesi satu, alhamdulillah semuanya mengikuti (UNBK)," tandasnya.


Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Karawang Dwi Setyono Agus mengatakan, sekitar 12.900 siswa tingkat SMA di Karawang mengikuti UNBK.


Dari 49 sekolah yang melaksanakan UNBK, empat di antaranya masih bergabung dengan sekolah lain, lantaran jumlah siswa kurang dari 30.


"Empat sekolah tersebut di antaranya SMA Bhineka dan SMA Tunas Dharma," ungkap Dwi.


Dwi mengatakan, biasanya dalam satu ruang terdapat 20 client komputer, satu pengawas, satu proktor, dan satu ahli IT.


"Namun jika dalam satu ruang terdapat lebih dari 20 siswa yang mengikuti UNBK, maka ada dua pengawas," tandasnya.


Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak PLN dan Telkom untuk menghindari gangguan pemadaman listrik dan jaringan.


"Kami meminta kepada petugas Telkom untuk stanby jika ada gangguan jaringan," tandas Dwi. Di tahun ketiga pelaksanaan UNBK, Dwi mengimbau kepada peserta didik untuk mengutamakan kejujuran.


Sebab, dengan mencoba berbuat curang justru membuang-buang waktu. "Waktunya kan terbatas, jika tengok kanan-kiri justru buang-buang waktu," ungkapnya.


Oleh karena itu, pihaknya sudah sedini mungkin menumbuhkan kejujuran, baik dari segi agama maupun pembelajaran.


"Ada beberapa mapel (di SMAN 1 Karawang) yang kalau ulangan ditinggal oleh guru pengampu. Mudah-mudahan ke depan akan bertambah pada mapel lain," harapnya.

 

(ps)


Sumber: KOMPAS

 

Search

Advertise Here

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting