Register
Home FEMALE INFO FeMale Herald Anies Soal Trotoar Sudirman: Bongkar!
08
Mar

Anies Soal Trotoar Sudirman-Thamrin: Bongkar!

Rancangan yang sudah ada tidak langsung dijalankan begitu saja. Anies Baswedan membongkar rancangan trotoar Sudirman-Thamrin yang dia nilai tidak sesuai dengan kondisi Jakarta.

 

Ada satu hal signifikan yang paling membuat Anies tidak menyukai rancangan awal Ahok-Djarot.


Rancangan awal tidak menyediakan akses untuk motor di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

 

Dulu, Ahok dan Djarot memang sudah melarang motor masuk ke jalan itu. Motor pun diproyeksikan tetap tidak bisa melintasi Sudirman-Thamrin karena akan ada electronic road pricing (ERP).


"Saya terus terang tidak terima ketika melihat rancangan awal. Tidak ada ruang untuk motor, di mana ruang untuk motor? This is not Jakarta. Jakarta itu milik semua," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018).


Anies Soal Trotoar Sudirman-Thamrin: Bongkar!


Anies langsung meminta rancangan itu diubah.

 

Dia ingin Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin bisa dimiliki semua warga, bukan hanya warga yang bermobil saja.


"Oleh karena itu, rancangan awal yang saya lihat, saya minta dibongkar waktu itu. Diubah bukan sekadar sentuhan-sentuhan, bongkar!" katanya.


Penataan ala Anies

Atas arahan Anies, rancangan baru penataan Sudirman-Thamrin kini mempunyai jalur khusus motor dan bus reguler. Motor dan bus bisa menggunakan jalur yang biasanya disebut jalur lambat.


Jalur khusus bus dan motor akan dipisahkan pembatas jalan.


Anies juga menyempurnakan rancangan lainnya. Menurut rencana, trotoar yang berada di sekitar stasiun MRT akan diberi motif batik.


Trotoar versi Anies dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyediakan ruang untuk kios, bukan kafe. Kios-kios itu bisa digunakan untuk menjual barang yang relevan dengan aktivitas di sekitar Sudirman-Thamrin, misalnya kartu transjakarta.

 

Anies Soal Trotoar Sudirman-Thamrin: Bongkar!


Tempat nongkrong yang pernah disebut Djarot tetap ada. Namun, Anies memberi nama spot kebudayaan.


Ada empat titik yang akan menjadi spot kebudayaan. Pertama di depan Gedung Panin, kedua ada di bawah Jembatan Semanggi, ketiga di depan BNI 46, dan keempat di depan Gedung Landmark.


Anies mengatakan, Jakarta harus menjadi ruang ekspresi. Area Sudirman-Thamrin harus menjadi tempat munculnya ruang ekspresi itu. Anies ingin kawasan Sudirman-Thamrin menjadi ruang interaksi warga.


"Jadi yang membuat Sudirman Thamrin itu hidup bukan gedung pencakar langitnya, tetapi orang yang berinteraksi di wilayah itu. Karena itu, penataan ini adalah rencana membangun interaksi," ujarnya.


Sementara itu, pembongkaran pagar gedung tetap masuk dalam rencana. Namun, Anies memberi opsi untuk tidak membiarkan gedung-gedung itu tanpa pagar.


Anies meminta pengelola gedung mengganti dengan pagar halus, misalnya dibatasi dengan kolam ikan atau tanaman-tanaman.


Rancangan revitalisasi trotoar Sudirman Thamrin pun kini sudah siap.


Pengerjaannya dikejar karena sejak awal target penyelesaian trotoar itu adalah sebelum Asian Games 2018. Artinya, hanya 5-6 bulan lagi.

 

(ps)


Sumber: KOMPAS

 

Search

Advertise Here

MD's Review

Imsakiyah

imsakiyah 2018

 

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting