Register
Home FEMALE INFO FeMale Lifestyle Science of Smiling
31
Jul

Science of SmilingSenyum. Tindak Sederhana, Sejuta Manfaatnya.

 

Bagi sebagian besar orang, saat diminta untuk menyebutkan sesuatu yang berhubungan dengan ‘senyum’, pasti akan menjawab ‘kebahagiaan’ tanpa perlu lama-lama berpikir. Lantas, jika ada orang yang jarang tersenyum, apakah itu berarti ia jarang merasakan kebahagiaan? Tidak juga, sih. Namun, sains membuktikan, bahwa dengan tersenyum, bahkan di saat Anda sedang menghadapi masalah sekali pun, akan mengurangi stres, sehingga Anda bisa merasa lebih bahagia.

 

 

Pengaruh Senyum Pada Otak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa saat kita tersenyum, wajah mengirimkan pesan pada korteks sebelah kiri di bagian depan, untuk melepaskan serotonin dan dopamin (neurotransmiter yang bertugas menciptakan rasa bahagia) ke dalam otak. Hingga akhirnya, kedua neurotransmiter tersebut memperbaiki mood Anda, dan menjadikan Anda lebih ‘happy’.

 

Semakin sering Anda tersenyum, maka semakin terlatih otak Anda untuk menciptakan rasa bahagia dan membantu Anda untuk terus bersikap positif, daripada negatif.

 

Senyum Mengurangi Stres

Hampir semua orang pernah merasakan stres, walau berbeda tingkat dan penyebabnya. Namun bila dibiarkan, stres dan rasa cemas tak hanya berpengaruh buruk pada mental dan emosi Anda, tapi juga tidak baik bagi kesehatan tubuh, karena stres menyebabkan kelelahan, ketegangan otot dan saraf, bahkan memperparah penyakit yang sedang diderita.

 

Senyum membantu Anda mengurangi perasaan tersebut, karena dengan tersenyum, tekanan darah menurun, sistem pencernaan lancar, bahkan gula darah terkontrol dengan baik.

 

Senyum Menguatkan Ikatan Batin

Anak yang sering melihat orangtuanya tersenyum padanya, akan bertumbuh dan berkembang dengan sangat baik. Senyum tulus Anda, orangtuanya, membuktikan bahwa dirinya dipenuhi oleh kehangatan cinta kasih, sehingga dirinya pun merasa aman dan nyaman.

 

Berbagi senyuman dan tawa pada anak, akan membantunya untuk mengembangkan sense of humor pada dirinya. Sifat ini akan membantunya kelak lebih percaya diri, dalam menghadapi perbedaan, termasuk peer-pressure dan bully.

 

Senyum Itu Menular

Bukan tanpa bukti Louis Amstrong menyanyikan lirik "When you're smilin', the whole world smiles with you."Beberapa penelitian membuktikan bahwa senyum itu menular. Coba Anda perhatikan, jika seseorang di circleAnda bicara sambil tersenyum, tanpa Anda sadari otot di wajah Anda sendiri, otomatis akan menirukan ekspresi teman Anda tersebut. Itu artinya, ia menularkan senyuman, yang juga dapat dikatakan menularkan kebahagiaan. Keren, kan?

 

Senyum itu Menguntungkan

Tersenyum, aktivitas yang sebenarnya sederhana ini ternyata mampu meningkatkan karisma seseorang. Howard Friedman, profesor psikologi di University of California menunjukkan bahwa orang yang karismatik ternyata lebih sering tersenyum dibanding orang lain. Senyumnya biasanya diiringi dengan sedikit kerutan di area mata yang mengekspresikan niat yang tulus.

 

Lagipula, senyum sudah diakui dunia sebagai tindak keramah tamahan, ketulusan, dan sikap persahabatan. Dan biasanya yang murah senyum pasti temannya banyak ;)

 

Bagaimana? Masih enggan tersenyum?

 

Search

MD's Review

FeMale Herald

FeMale Lifestyle

Entertainment

FeMale Travel

Jakarta's Info

Joy Parenting